Jakarta, Situsenergi.com
Emiten pertambangan batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), memasang target ambisius untuk tahun buku 2026. Perusahaan pelat merah ini membidik volume produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton setelah mendapat lampu hijau dari pemerintah terkait Rencana Kerja danAnggaran Biaya (RKAB) 2026
Optimisme ini muncul bukan tanpa alasan. Sepanjang tahun 2025, PTBA berhasil mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan produksi sebesar 9% menjadi 47,2 juta ton. Dari sisi komersial, volume penjualan perusahaan juga terkerek naik 6% hingga menyentuh angka 45,4 juta ton.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengungkapkan bahwa kunci utama untuk mencapai target tahun ini terletak pada strategi efisiensi melalui selective mining serta optimalisasi rantai pasok.
“Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis berkelanjutan, PTBA optimis dapat menjaga kinerja positif untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Arsal, Senin (6/4/2026).

Strategi Ekspansi: Domestik Tetap Prioritas, Ekspor Kian Agresif
Meskipun pasar global dinamis, PTBA tetap berkomitmen menjaga pasokan dalam negeri. Perusahaan mengalokasikan 54% hasil produksi untuk pasar domestik, sementara sisanya sebesar 46% menyasar pasar mancanegara.
Menariknya, emiten anggota grup MIND ID ini mulai memperluas jangkauan pasarnya ke Benua Biru. PTBA kini agresif melakukan penetrasi pasar baru ke negara-negara seperti Spanyol dan Rumania. Langkah ini merupakan bagian dari resiliensi operasional perusahaan di tengah fluktuasi harga jual rata-rata.
”Tahun 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi, PTBA mampu menjawab tantangan dengan peningkatan efisiensi dan perluasan pangsa pasar global,” tegas Arsal.
Melalui strategi yang terukur, PTBA terus memperkokoh posisinya sebagai pilar utama ketahanan energi nasional sekaligus pemain yang diperhitungkan di pasar energi internasional. (DIN/GIT)
Leave a comment