Jakarta, situsenergi.com
Percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin nyata. PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menghadirkan SPKLU ultra fast charging di area kantor Kemendag, Jakarta.
Peresmian fasilitas pengisian kendaraan listrik super cepat ini berlangsung pada Kamis (5/3). Kehadiran SPKLU tersebut membuka akses pengisian daya tidak hanya bagi pegawai kementerian, tetapi juga masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik langkah cepat PLN dalam memperluas infrastruktur kendaraan listrik. Ia menilai tren penggunaan mobil listrik terus meningkat sehingga kebutuhan stasiun pengisian daya harus ikut berkembang.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang telah menghadirkan fasilitas ini di lingkungan Kementerian Perdagangan untuk mendukung rekan-rekan yang menggunakan mobil listrik. Ini juga tidak hanya terbatas pegawai Kementerian, jadi teman-teman atau kendaraan yang lewat bisa juga nge-charge di sini,” ujar Budi.
Pegawai Kemendag Mulai Beralih ke Kendaraan Listrik
Perubahan pola mobilitas juga terlihat di lingkungan Kemendag. Saat ini sekitar 15 persen pegawai sudah menggunakan kendaraan listrik sebagai sarana transportasi harian.
Menurut Budi, semakin banyaknya titik SPKLU akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
“Harapan kami, semakin banyak SPKLU, akan semakin banyak orang yang menggunakan mobil listrik. Dulu mungkin orang ragu karena stasiunnya terbatas, tapi sekarang sudah semakin banyak dan nge-charge-nya hanya sekitar 30 menit,” jelasnya.
Transaksi Pengisian Terus Naik
Fasilitas SPKLU di kantor Kemendag sebenarnya telah menjalani uji coba sejak Desember 2025. Sejak saat itu, jumlah penggunaan terus meningkat.
Hingga Februari 2026, tercatat 2.460 transaksi pengisian daya terjadi di lokasi tersebut. Tiga unit SPKLU berkapasitas 120 kilowatt (kW) berhasil menyalurkan energi listrik sebesar 62.598 kW.
Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur pengisian kendaraan listrik semakin nyata seiring meningkatnya jumlah pengguna.

PLN Dorong Transisi Energi Nasional
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kerja sama dengan Kemendag menjadi bagian dari upaya besar menuju transisi energi di Indonesia.
“Kolaborasi antara Kemendag dengan PLN ini adalah bagian akselerasi dari transisi energi. Artinya, ini adalah pergeseran dari energi mahal menjadi energi murah, energi emisi tinggi menjadi emisi rendah, dan shifting dari import based energy menjadi domestic based energy,” ujar Darmawan.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan SPKLU tidak dapat hanya bergantung pada lahan milik PLN. Banyak lokasi strategis justru dimiliki oleh kementerian, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga perbankan.
Karena itu, PLN membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur kendaraan listrik bisa berkembang lebih cepat.
“Pada dasarnya kebutuhan SPKLU tidak mungkin hanya berada di lahan PLN. Untuk itu kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak,” jelasnya.

Ke depan, PLN bersama pemerintah akan fokus menciptakan iklim investasi yang menarik bagi sektor swasta. Dengan begitu, pembangunan SPKLU dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (*)
Leave a comment