Jakarta, situsenergi.com
Pemerintah resmi membuka Posko Nasional sektor energi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan saat Ramadan dan Idulfitri 2026. Posko yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini menjadi pusat koordinasi dan pemantauan pasokan energi nasional.
Peresmian berlangsung di Gedung BPH Migas, Jakarta, pada 12 Maret 2026. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan energi selama periode mudik hingga Lebaran.
“Secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H sangat memadai,” ujar Yuliot.
Posko ini beroperasi selama 20 hari, mulai 12 hingga 31 Maret 2026. Selain memantau distribusi BBM, LPG, dan listrik, posko juga menyediakan informasi potensi kebencanaan geologi yang dapat memengaruhi layanan energi.
Ketua Posko Nasional ESDM Ramadan–Idulfitri 2026, Erika Retnowati, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi agar layanan energi tetap lancar.
“Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kiranya untuk kita bersinergi agar pelaksanaan Posko berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Selama periode siaga, pemerintah bersama Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 depot pengisian pesawat (DPPU). Konsumsi bensin diperkirakan naik 12 persen, sedangkan avtur meningkat sekitar 2,8 persen.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan kesiapan perusahaan menjaga pasokan energi selama periode libur panjang.
“Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri,” kata Simon.

Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan seperti motoris Pertamina Delivery Service dan mobil tangki siaga di titik rawan kemacetan. Langkah ini dilakukan agar distribusi energi tetap lancar di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik. (*)
Leave a comment