Medan, situsenergi.com
PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan Sumatera Utara siap menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Perusahaan mengoptimalkan teknologi digital, memperkuat pemeliharaan, serta menyiagakan personel agar pasokan listrik tetap stabil.
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, E. Haryadi, menegaskan penguatan sistem dilakukan secara menyeluruh, mulai dari teknologi hingga pengawasan real time.
“PLN terus menjaga kesiapan sistem kelistrikan melalui penguatan teknologi, pemeliharaan preventif, serta monitoring sistem secara real time,” ujarnya.

Dari sisi kapasitas, sistem kelistrikan Sumut mencatat daya mampu 2.323 MW dengan beban puncak 2.210 MW. Artinya, masih tersedia cadangan sekitar 113 MW untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Lebaran.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, memastikan kondisi ini cukup aman untuk mendukung aktivitas masyarakat.
“Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan di Sumatera Utara berada dalam kondisi aman,” katanya.
PLN juga menyiagakan 3.318 personel di 384 posko, lengkap dengan dukungan peralatan seperti genset, UPS, hingga unit gardu bergerak. Tim ini fokus menjaga pasokan di lokasi prioritas, seperti masjid, pusat transportasi, dan fasilitas publik.
Untuk pengguna kendaraan listrik, PLN menyediakan 113 unit SPKLU di 91 titik di Sumatera Utara. Selain itu, pelanggan dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan gangguan hingga mengakses fitur pengisian kendaraan listrik.

“PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah hingga merayakan Idulfitri dengan nyaman,” tutup Mundhakir. (*)
Leave a comment