Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) memperluas akses air bersih ke wilayah terpencil dan daerah terdampak bencana. Momentum Hari Air Sedunia 2026 menjadi penguat komitmen tersebut.
Di Kampung Tambat, Merauke, Samuel Heremba mengenang masa sulit saat warga hanya mengandalkan air hujan dan sumur berbau belerang.
“Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang,” ujarnya.
Kini, Pertamina menghadirkan sumur bor lengkap dengan reservoir dan sistem filtrasi. Hasilnya, warga mendapatkan air yang lebih bersih dan aman.

“Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang,” tambah Samuel.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut hingga awal 2026 perusahaan telah membangun 7 titik sumur di Merauke dan Jayapura. Fasilitas ini melayani 4.585 jiwa.
“Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi upaya menjaga martabat kemanusiaan,” tegasnya.
Di Sumatra, bantuan juga menyasar wilayah terdampak bencana. Pertamina membangun 25 sumur baru, mengaktifkan kembali 43 sumur warga, serta menyalurkan 5 juta liter air bersih untuk lebih dari 17.000 penerima manfaat.

Salah satu warga, Yanti, mengaku bantuan ini sangat membantu.
“Sebelumnya kami pakai air parit. Bantuan ini benar-benar membantu,” katanya.

Program ini mendukung target SDGs, terutama akses air bersih, ketahanan permukiman, dan penanganan perubahan iklim, sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan Pertamina. (*)
Leave a comment