Jakarta, Situsenergi.com
Langkah memperluas energi bersih di Indonesia semakin konkret. Danantara Indonesia mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya di wilayah kepulauan dengan menggagas proyek PLTS di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Melalui asistensi Danantara, PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama operasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengoperasikan dua unit PLTS berkapasitas masing-masing 1 megawatt peak (MWp). Kedua pembangkit ini juga dilengkapi sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System berkapasitas 4 megawatt hour.
Kesepakatan tersebut berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta, dan disaksikan langsung oleh CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Ia menegaskan proyek ini mendukung percepatan program dedieselisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Rosan, Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar sehingga pemanfaatan PLTS perlu terus diperluas.
“Banyak pemakaian diesel akan diganti oleh PLTS ini sehingga akan menimbulkan dampak positif, terutama dalam hal swasembada energi ke depannya,” ujar Rosan.
Dua PLTS tersebut akan dibangun di Dusun Gili Labak dan Desa Pagerungan Kecil. Kehadiran pembangkit ini diproyeksikan menghadirkan listrik bagi sekitar 2.000 kepala keluarga.

“Akan berdampak kepada 2.000 kepala keluarga yang ada di dua daerah tersebut… harapannya ini bisa segera direalisasikan,” lanjut Rosan.
Proyek ini memanfaatkan hibah dari Yayasan Torang IWIP Berbakti yang menyediakan dua unit PLTS lengkap dengan sistem penyimpanan energi. Instalasi tersebut dirancang mampu memasok listrik selama 24 jam sekaligus menghemat sekitar 1,1 juta liter bahan bakar minyak setiap tahun.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menilai kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus memperluas akses listrik di wilayah terpencil.

“PLN siap menindaklanjuti kerja sama ini agar pemanfaatan PLTS hibah tersebut dapat segera terealisasi dan menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat,” kata Darmawan.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut proyek ini sangat penting bagi daerah kepulauan yang memiliki 126 pulau dengan tantangan geografis besar dalam penyediaan listrik. (*)
Leave a comment