Jakarta, situsenergi.com
Pasokan gas untuk Batam dan Kepulauan Riau bakal makin kuat. Proyek Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping resmi mulai dibangun. Infrastruktur ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas Natuna sekaligus menjaga ketahanan energi wilayah.
Proyek strategis tersebut mencakup pembangunan pipa offshore sepanjang 3,2 kilometer dan pipa onshore 1,3 kilometer. Selain itu, PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) juga menyiapkan fasilitas penerima gas di Pulau Pemping agar distribusi berjalan lancar.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menilai pembangunan jaringan pipa ini akan mendorong pemanfaatan gas domestik secara maksimal. Menurut dia, suplai gas dari Natuna akan semakin menopang kebutuhan energi dan kelistrikan di Kepulauan Riau, khususnya Batam yang terus tumbuh sebagai kawasan industri dan perdagangan.
PLN EPI menggarap proyek ini bukan sekadar membangun pipa bawah laut. Perusahaan menempatkannya sebagai tulang punggung ketahanan energi daerah. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam hingga 10%.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menegaskan proyek tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengutamakan gas nasional untuk pasar domestik.
“Proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dan PLN Group untuk mengembalikan gas bumi nasional agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kebutuhan dalam negeri,” ujar Rakhmad dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
PLN EPI membidik operasi komersial pada Juli 2026. Selain meningkatkan keandalan pasokan energi primer, proyek ini juga membuka peluang efisiensi biaya dan menciptakan lapangan kerja baru. Dampaknya, efek berganda ekonomi di Batam dan wilayah sekitarnya diproyeksikan ikut terdongkrak.

Dengan dimulainya pembangunan pipa WNTS–Pemping, Batam kini bersiap memasuki fase baru penguatan infrastruktur gas yang lebih andal dan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya dalam negeri. (DIN/GIT)
Leave a comment