Jakarta, situsenergi.com
Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero) langsung tancap gas. Lewat kesiapan Aviation Fuel Terminal (AFT), perusahaan ini memastikan pasokan dan kualitas Avtur tetap terjaga.
Salah satu andalannya adalah AFT Halim Perdanakusuma, Jakarta. Terminal ini rutin melakukan uji sampling produk sehingga Avtur yang disalurkan dipercaya berbagai konsumen, mulai dari TNI Angkatan Udara, maskapai komersial, hingga pesawat charter.
Dalam Kunjungan Pimpinan Redaksi Media Massa ke AFT Halim, Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan komitmen perusahaan menjaga energi nasional, terutama untuk sektor aviasi saat musim mudik.

“Untuk keamanan pasokan pada momen Ramadan dan Idulfitri, kami memastikan kondisi stok Avtur dalam posisi aman. Bahkan sebelum periode Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina mulai melakukan build-up stok, atau meningkatkan ketersediaan pasokan, sehingga seluruh kebutuhan diharapkan terpenuhi dengan baik,” ujar Arya.
Quality Control Avtur Berlapis, Dari Kilang hingga Pesawat
Pertamina tidak main-main soal mutu bahan bakar pesawat. Arya menegaskan perusahaan menerapkan pengawasan ketat di setiap tahap distribusi.
“Pemeriksaan dilakukan sejak dari kilang pengolahan Pertamina, kemudian penerimaan di Aviation Fuel Terminal, selama masa penyimpanan, hingga sebelum pengisian ke pesawat udara. Seluruh tahapan itu dilaksanakan sesuai standar internasional untuk memastikan kualitas Avtur tetap prima,” tambahnya.
Aviation Fuel Terminal Manager AFT Halim, Irine Yuliana, menjelaskan tahapan quality control dimulai dari Visual Appearance Check atau clear & bright test untuk memastikan Avtur bebas partikel padat dan air tersuspensi.
Selain itu, tim juga menggunakan Chemical Water Detector (CWD) untuk mendeteksi kandungan air. Berikutnya, petugas melakukan Control Check berupa pemeriksaan density guna mengantisipasi kontaminasi fraksi lain. Mereka juga menjalankan Membrane Test untuk mendeteksi kontaminan padat dalam produk.
Tahap akhir dilakukan melalui Conductivity Unit untuk memastikan bahan bakar tidak mudah menghantarkan listrik.
“Pertamina selalu melaksanakan quality control dengan ketat untuk menjaga kualitas produk yang akan digunakan oleh konsumen,” jelas Irine.
AFT Halim: Terminal Strategis dengan Layanan Khusus
VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, menyebut AFT Halim sebagai salah satu tulang punggung distribusi Avtur nasional.
“Halim merupakan AFT terbesar kedua di Jawa Bagian Barat dan terbesar keenam secara nasional. Selain melayani penerbangan komersial, di Halim kami juga melayani kebutuhan khusus seperti TNI Angkatan Udara dan VVIP, dengan porsi layanan khusus lebih dari 30 persen,” ungkap Yosep.
Secara nasional, Pertamina mengelola 75 Aviation Fuel Terminal. Khusus AFT Halim, fasilitas ini memiliki empat tangki penyimpanan dengan kapasitas maksimal 8 ribu kilo liter (KL) serta tujuh mobil refueler untuk memenuhi kebutuhan maskapai di Bandara Halim Perdanakusuma.
Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan menjalankan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis. Langkah ini sejalan dengan transformasi perusahaan dalam memperkuat tata kelola, pelayanan publik, dan keberlanjutan usaha.


Dengan strategi build-up stok Avtur, pengawasan mutu berlapis, dan infrastruktur yang solid, Pertamina memastikan setiap pesawat bisa lepas landas dengan aman — terutama saat momentum Lebaran yang krusial bagi industri penerbangan. (*)
Leave a comment