Jakarta, situsenergi.com
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melangkah strategis dalam peta industri baterai nasional. Emiten pelat merah ini resmi menandatangani Framework Agreement bersama PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dan HYD Investment Limited asal Hong Kong untuk menggarap hilirisasi nikel sebagai fondasi ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.
Kesepakatan ini membuka jalan pengembangan proyek dari hulu hingga hilir. Antam dan mitra menyepakati kerangka tata kelola, tahapan pengembangan, serta aspek teknis dan finansial yang selanjutnya akan dibahas melalui studi kelayakan bersama.
Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya, menegaskan langkah ini menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok global industri baterai.
“Framework Agreement ini menjadi fondasi awal pengembangan ekosistem baterai terintegrasi. Kami optimistis langkah ini memperkuat daya saing Indonesia di industri baterai dunia,” ujar Wirantaya, Senin (2/2/2026).
Namun, Antam menegaskan kerja sama ini belum langsung efektif. Perjanjian baru berlaku setelah seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi. Selanjutnya, kelanjutan proyek akan bergantung pada hasil joint feasibility study serta penandatanganan perjanjian definitif oleh para pihak.
Wirantaya memastikan kesepakatan strategis ini tidak menimbulkan risiko terhadap kinerja perusahaan.
“Tidak ada dampak negatif terhadap operasional maupun kondisi keuangan Antam,” tegasnya.
Ke depan, Antam berkomitmen menyampaikan perkembangan kerja sama ini secara terbuka sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. Langkah ini sekaligus menegaskan keseriusan Antam dalam mendorong hilirisasi mineral dan membangun industri baterai nasional yang berdaya saing tinggi. (DIN/GIT)
Leave a comment