Balikpapan, situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan prestasi di panggung global. Melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, Pertamina meraih Golden Medal dalam ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 di Bangkok, Thailand.
Penghargaan dari National Research Council of Thailand (NRCT) ini diberikan atas inovasi formula dan proses produksi Pertadex, bahan bakar diesel rendah sulfur. Inovasi tersebut menjawab tantangan produksi Avtur tanpa mengganggu pasokan bahan bakar pesawat.
Mengusung tema “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications”, tim KPI Balikpapan berhasil meningkatkan produksi Pertadex sekaligus menjaga komitmen suplai Avtur. Strategi ini juga menekan penggunaan Pertadex untuk flushing line, mempercepat waktu produksi, serta menghadirkan efisiensi di lini kilang.
General Manager KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menegaskan inovasi menjadi kunci adaptasi menghadapi dinamika bisnis energi.
“Inovasi adalah bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab tantangan. Keberhasilan ini membuktikan semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata,” ujar Anto.
Dari sisi kinerja, inovasi Pertadex mencatatkan lifting 1.629 ribu barrel dan berkontribusi pada peningkatan profit hingga US$7,2 juta pada 2022. Proses produksi juga lebih cepat, dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari, sekaligus menekan emisi hingga 1.399 ton CO₂ per tahun.

Atas capaian tersebut, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, Invention Presentation, dan Exhibiting Valuable Invention. Tim inovator juga mendapat Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut penghargaan ini membuktikan kapabilitas global perwira Pertamina.
“Inovasi FOMO-DEX sangat strategis karena menciptakan nilai tambah finansial sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,” tegas Baron.

IPITEX 2026 diikuti 883 inovasi dari 24 negara, memperkuat posisi KPI Balikpapan sebagai motor inovasi kilang nasional di level internasional. (*)
Leave a comment