Home MIGAS Mantap, FSPPB Siap Berjuang Jadikan Pertamina Sebagai Soko Guru Kemandirian Energi Nasional
MIGAS

Mantap, FSPPB Siap Berjuang Jadikan Pertamina Sebagai Soko Guru Kemandirian Energi Nasional

Share
FSPPB Siap Berjuang Jadikan Pertamina Sebagai Soko Guru Kemandirian Energi Nasional
Share

Jakarta, situsenergi.com

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) berkomitmen penuh untuk mewujudkan PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tangguh dan menjadi Soko Guru kemandirian energi nasional.

Presiden FSPPB Arie Gumilar menegaskan bahwa selama ini organisasi serikat pekerja yang dipimpinnya tersebut tidak pernah absen untuk berjuang membela Pertamina ketika ada pihak-pihak yang akan merongrong kinerja/ bisnis perusahaan.

“Kami masih terus berjuang agar bagaimana kedepannya Pertamina bisa kembali terintegrasi dan betul-betul menjadi soko guru perekonomian, soko guru kemandirian energi Indonesia yang berada dibawah pimpinan langsung Presiden RI, Bapak Prabowo,” ungkap Arie dalam keterangannya, Selasa (20/5/2025).

Salah satu upaya untuk memastikan perjuangan menjaga kredibilitas dan kinerja Pertamina di masa mendatang adalah dengan mempererat hubungan industrial antara manajemen perseroan dengan serikat pekerja. Untuk itu Arie bersyukur telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IX Periode 2025-2027 kemarin dengan manajemen Pertamina.

Arie berharap dengan sinergi dan komitmen untuk berkolaborasi tersebut dapat menjadi integrator dari adanya pemisahan unit-unit bosnis (Holding Subholding) di Pertamina.

“Ini menjadi bukti bahwa kami semua pekerja di Pertamina tidak hanya sekedar menuntut hak tetapi juga memberikan kontribusi sebagai mitra strategis bagi perusahaan untuk memberikan kontribusi maksimal bagi keberlangsungan proses bisnis,” jelas Arie.

FSPPB akan terus menjadi garda terdepan dalam upaya menuju swasembada energi nasional. Diakui bahwa ke depan tantangan dan hambatan akan semakin besar dalam memastikan Indonesia mampu berdaulat secara ekonomi khususnya di sektor energi.

“Semuanya tentu, tidak berjalan mulus-mulus saja pasti ada aral melintang dan kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah beberapa agenda perundingan harus dilanjutkan ke tahap perundingan lanjutan”, tuturnya. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Menata Ulang Subsidi BBM untuk Pemerataan Akses Energi Nasional

Oleh : Dina Nurul FitriaAnggota Dewan Energi Nasional Unsur Konsumen 2020–2025 Subsidi...

Pasar Murah Pertamina Dimulai dari Tuban, Paket Sembako Rp211 Ribu Dijual Rp30 Ribu

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menggelar program pasar murah untuk membantu masyarakat...

IRESS Desak Kejagung Kejar Dugaan Kerugian Pada AP BUMN Rp451 Miliar Terkait Perusahaan Samin Tan

Jakarta, situsenergi.com Penetapan Samin Tan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus...

PGE Borong PROPER Emas, Kamojang 15 Kali Beruntun dan Ulubelu Kian Bersinar

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali mencetak prestasi dengan...