Home ENERGI Wujudkan NZE, Pemerintah Ajukan Sistem Energi Bersih Jadi Tiga Inisiatif Strategis
ENERGI

Wujudkan NZE, Pemerintah Ajukan Sistem Energi Bersih Jadi Tiga Inisiatif Strategis

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Dalam rangka mewujudkan emisi nol bersih atau net zero emission (NZE), Indonesia mengajukan sistem energi bersih yang terintegrasi, sektor transportasi, dan efisiensi energi untuk semua sektor menjadi tiga inisiatif strategis.

Hal ini disampaikan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Asia Zero Emission Community (AZEC) 2nd Ministerial Meeting di Jakarta, Rabu (21/8).

Menurut Airlangga, pihaknya mengajukan tiga inisiatif strategis yang dapat menjadi fokus untuk menggerakkan transisi menuju emisi nol bersih.

“Inisiatif pertama adalah mengembangkan sistem energi bersih terintegrasi. Langkah itu dapat ditempuh dengan meningkatkan konektivitas  power grid atau jaringan listrik regional ” katanya.

Melalui peningkatan konektivitas tersebut, Airlangga optimis ketahanan dan fleksibilitas dari sistem energi bersih dapat meningkat.

“Dalam waktu yang sama, kami juga akan berinvestasi pada teknologi baru, seperti hidrogen, amonia, guna memanfaatkan sumber daya terbarukan yang melimpah di kawasan kami,” ujarnya.

Inisiatif kedua, lanjut dia, adalah transformasi sektor transportasi dengan bahan bakar yang ramah lingkungan. Ia juga mengatakan komitmen dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung transformasi sektor transportasi, baik di kawasan pedesaan hingga perkotaan.

“Ketiga, mempromosikan efisiensi energi lintas sektor. Kita menargetkan terjadinya penurunan signifikan dalam konsumsi energi, dengan salah satu fokusnya tertuju pada aktivitas industri,” tukasnya.

Menurut Airlangga, inisiatif tersebut akan mencakup penetapan standar emisi, pemberian insentif untuk peningkatan, dan pengembangan inovasi dalam teknologi hemat energi.

“Inisiatif ini merupakan pendekatan kami untuk melakukan dekarbonisasi, mengimbangi climate goals dalam pertumbuhan ekonomi, serta ketahanan energi,” tuturnya.

Lebih jauh Airlangga mengatakan, bahwa ketiga inisiatif tersebut merepresentasikan aspek-aspek di mana para negara anggota AZEC dapat berkolaborasi dan saling berbagi inovasi.

“Untuk mewujudkan ambisi dekarbonisasi kita,” kata Airlangga.

AZEC merupakan bagian dari inisiatif pengurangan emisi yang pertama kali diinisiasi oleh Perdana Menteri Jepang pada COP 26 di Glasgow dan diluncurkan secara resmi pada KTT G20 di Bali, 14 November 2022, oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

Negara-negara anggota AZEC meliputi Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, Filipina Kamboja, Laos, Brunei, dan Australia.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...