Home MIGAS SKK Migas dan INPEX Masela Lakukan Kick-Off PMT Proyek LNG Abadi
MIGAS

SKK Migas dan INPEX Masela Lakukan Kick-Off PMT Proyek LNG Abadi

Share
SKK Migas dan INPEX Masela Lakukan Kick-Off PMT Proyek LNG Abadi
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama INPEX Masela melakukan “Kick-Off PMT Proyek LNG Abadi” yang diselenggarakan di Jakarta. Proyek tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi migas di Indonesia.

“Indonesia masih memiliki potensi minyak dan gas untuk mendukung kebutuhan di dalam negeri dan secara global. Ini merupakan wujud dukungan pemerintah untuk memaksimalkan peluang di sektor migas,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sambutannya.

Menurut Dwi, nilai investasi dari proyek yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut mencapai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 324 triliun.

Hal ini dilakukan setelah pemerintah menyetujui revisi Plan of Development (POD) yang menyertakan komponen carbon capture storage (CCS).

“Proyek ini merupakan yang pertama di mana biaya terkait CCS telah memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam cost recovery berdasarkan skema kontrak bagi hasil (PSC) yang mengatur operasi hulu minyak dan gas di Indonesia,” kata Dwi.

Ia menyebutkan, bahwa persetujuan POD revisi tersebut membuka jalan bagi INPEX dan mitranya untuk sepenuhnya mendorong proyek LNG Abadi sebagai proyek bersih dalam mendukung transisi energi.

“Proyek LNG ini juga menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan produksi sekaligus menurunkan emisi. Potensi untuk menjadi CCS Hub dengan kemampuan injeksi CO2 sebesar 71 hingga 80 juta ton dan kapasitas penyimpanan mencapai 1,2 gigaton,” pungkasnya.

Sementaraa Senior Vice President Asia Project INPEX, Akihiro Watanabe dalam kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih atas dukungan SKK Migas dan pemerintah Indonesia dalam proyek LNG Masela.

Menurut dia,volume produksi LNG tahunan pada proyek LNG Abadi ini diperkirakan akan mencapai 9,5 juta ton dan diharapkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan ketahanan energi di Indonesia, Jepang dan negara-negara Asia lainnya serta menghasilkan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang.

“Ini berdasarkan sifat ladang gas terkemuka di dunia dan cadangan berlimpah yang memungkinkan pengembangan yang efisien, serta komponen CCS,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, INPEX bersama PT Pertamina dan Petronas akan melanjutkan operasi, termasuk beberapa kegiatan di lokasi serta mempersiapkan pekerjaan FEED.

“Setelah itu, dilakukan pelaksanaan proyek dengan tujuan mencapai keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) dan memulai produksi pada tahap awal setelah menyelesaikan persiapan yang diperlukan termasuk kegiatan pemasaran dan pembiayaan,” paparnya.

Ia berharap, proyek LNG Masela ini dapat diselesaikan onstream pada kuartal IV 2029 mendatang.

“Kita berharap onstream pada kuartal IV 2029 dan mulai loading cargo pada kuartal I tahun 2030 atau lebih cepat,” tutup Akihiro Watanabe.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Proyek Kilang Balikpapan Bikin Ekonomi Lokal Ngebut, UMKM hingga 24 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan dampak nyata proyek strategis nasional....

PGE Eksekusi PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Pasokan Energi Bersih 55 MW

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mulai mengeksekusi proyek Pembangkit...

Elnusa Pecahkan Rekor Nasional, Teknologi CWD Terdalam Dorong Efisiensi Migas

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk kembali bikin industri migas melirik. Melalui Rig...

RFCC Complex Jadi Game Changer RDMP Balikpapan, BBM Euro 5 Siap Mengalir

Jakarta, situsenergi.com Modernisasi Kilang Balikpapan masuk fase krusial. Fasilitas Residual Fluid Catalytic...