Home ENERGI Proyek Green Amonia Di Indonesia Masih Jauh Dari Harapan
ENERGI

Proyek Green Amonia Di Indonesia Masih Jauh Dari Harapan

Share
Proyek Green Amonia Di Indonesia Masih Jauh Dari Harapan
Share

Jakarta, situsenergi.com

PT Essa Industries Indonesia Tbk menyatakan bahwa pangsa pasar internasional produk amonia hijau (green amonia) di masa mendatang sangat menjanjikan. Namun sayangnya Indonesia belum mampu memproduksi green amonia tersebut karena teknologi dan dukungan kebijakan belum tersedia.

Presiden Direktur, Kanishk Laroya mengatakan pemerintah Indonesia perlu memberikan dukungan kebijakan untuk mendorong perusahaan berbasis kimia dan energi bisa memulai melakukan kajian terkait komoditas ini. Sebab tanpa dukungan regulasi dan insentif yang pasti, para produsen kimia dan energi enggan memulai untuk melakukan produksi. Padahal pangsa pasar dunia sangat prospektif.

“Amonia hijau merupakan sesuatu yang menarik dan sebagai perusahaan di bidang amonia kami melihat hal ini sangat bagus dan sangat dekat bisnis kami, namun ini masih butuh support dari pemerintah dan instansi lain,” ujar Kanishk dalam paparan publik virtual, Rabu (6/12/2023).

PIS

Dia berharap pemerintah Indonesia bisa selangkah lebih maju dengan meniru kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dan legislatif di Amerika dengan mengeluarkan Undang-Undang khusus terkait amonia hijau. Dengan regulasi yang pasti maka pangsa pasar di dalam negeri nantinya akan terbentuk dengan sendirinya.

“Dengan support maka komoditas green amonia ini akan lebih fisibel dilakukan. Di Indonesia tanpa ada dukungan insentif dan fasilitas lain kita lihat belum economic fisible. Tapi ini kan bergerak terus, dan kita masih berdiskusi dengan berbagai instansi dan pihak lainnya,” pungkas Kaniskh.

Untuk saat ini perseroan masih fokus dalam upaya konversi hasil produksinya menjadi blue amonia. Perseroan berencana mulai memproduksi blue amonia di tahun 2025. Saat ini perseroan masih melakukan feasibility study untuk proyek tersebut.(DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...