Home ENERGI PT Tripatra Siap Bantu Pemerintah Kembangkan Bisnis Energi Hijau
ENERGI

PT Tripatra Siap Bantu Pemerintah Kembangkan Bisnis Energi Hijau

Share
PT Tripatra Siap Bantu Pemerintah Kembangkan Bisnis Energi Hijau
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) sebagai penyedia solusi berbasis rekayasa teknik di Indonesia siap berkontribusi untuk membantu pemerintah mengembangkan bisnis energi hijau.

Hal ini disampaikan President Director & CEO PT Tripatra, Raymond Naldi Rasfuldi dalam konferensi pers fokus grup diskusi dalam rangka 50 tahun “Tripatra Sustainable Engineering Summit 2023”. di Jakarta, Jumat (13/10).

“Bisnis energi hijau yang kami fokuskan ada tiga, yaitu bagaimana tentang green energy, green chemical, dan green mitigasi. Tiga fokus energi hijau tersebut sebagai bukti perhatian kami sebagai penyedia solusi berbasis rekayasa teknik di Indonesia untuk melakukan transisi dari energi hulu minyak bumi dan gas (migas),” kata Naldi.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa untuk energi hijau fokusnya pada sektor geotermal dan biomassa. Kemudian, perusahaan telah berkontribusi dalam mengembangkan green chemical di sektor biofuel.

“Misalnya seperti berkontribusi dalam pengembangan teknologi geotermal Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak di Jawa Barat, dengan kapasitas total 377 MW dan merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia.Mitigasi energi ini ialah yang dimaksud dengan teknologi CCS/CCUS dalam aspek energi hijau ke depan semua akan menuju kesana,” papar Naldi.

Namun, lanjut dia, semua pihak harus menyadari bahwa hal yang terpenting dalam transisi energi hijau ialah pada sisi seberapa besar kemanfaatannya terhadap lingkungan bukan pada besarnya potensi yang dimiliki Indonesia.

“Jadi yang mesti diperhatikan itu tidak hanya melihat suplainya saja yang melimpah tapi utilisasinya atau kemanfaatannya juga harus diperhatikan. Kalau nilai manfaatnya kecil untuk apa?,” ujar Naldi.

Seperti diketahui, teknologi CCS/CCUS saat ini sedang menjadi tren global untuk mengurangi emisi karbon dari hulu energi, dan industri manufaktur industri baja, yang sebagian besar masih menggunakan batu bara sebagai sumber energi.

PIS

“Penerapan CCS dilakukan dengan menggunakan hidrogen dan amoniak sebagai bahan bakar yang bersih, dan tidak menghasilkan emisi karbon seperti bahan baku batu bara yang masih digunakan industri manufaktur termasuk Indonesia. Butuh waktu, transisi energi hijau ini tidak semua bisa dilakukan dalam satu waktu,” kata dia.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...