Home MIGAS Harga Minyak Dunia Dalam Tren Penguatan
MIGAS

Harga Minyak Dunia Dalam Tren Penguatan

Share
Terapkan Inovasi Teknologi di Lapangan Peciko, PHM Catat Optimasi Biaya
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak naik sekitar 1% kemarin, Kamis (12/1/2023) karena dipengaruhi optimisme atas prospek permintaan China dan harapan bahwa data inflasi Amerika Serikat akan menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat. 

Untuk hari ini, Jumat (13/1/2023), harga minyak mentah Brent menetap di posisi USD84,03 per barel atau naik USD1,36  setara 1,7 persen. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS menetap di level USD78,39 per barel naik 98 sen setara kenaikan 1,3 persen.

Pengimpor minyak utama China membuka kembali ekonominya setelah berakhirnya pembatasan Covid-19 yang ketat. Hal ini memicu kenaikan optimisme bahwa permintaan bahan bakar akan meningkat pada tahun 2023.

“Pendaratan yang lebih lembut untuk AS dikombinasikan dengan pemulihan ekonomi yang kuat di China setelah gelombang Covid-19 saat ini dapat menghasilkan tahun yang jauh lebih baik daripada yang ditakuti dan merangsang permintaan minyak mentah tambahan,” kata analis dan komisaris PT Orbi Trade Berjangka, Vandy Cahyadi dalam catatan hariannya, Jumat (13/1/2023).

Data IHK AS yang akan dirilis pukul 13.30 GMT akan berdampak besar pada minyak dan pasar yang lebih luas dengan membentuk ekspektasi kecepatan kenaikan suku bunga di ekonomi terbesar dunia.

“Suasananya benar-benar optimis tetapi mari kita ingat itu bisa berubah buruk secepat membaik jika tekanan inflasi terbukti mengakar,” kata Vandy lanjutnya.

Ekonom memperkirakan kenaikan harga konsumen inti AS telah melambat ke laju tahunan sebesar 5,7% pada bulan Desember, dibandingkan 6% sebulan sebelumnya. Inflasi utama bulan ke bulan terlihat di nol.

“Pasar juga bersiap untuk pembatasan tambahan pada pasokan minyak Rusia karena sanksi atas invasi ke Ukraina,” sambungnya.

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan larangan UE yang akan datang atas impor produk minyak bumi melalui laut dari Rusia pada 5 Februari bisa lebih mengganggu daripada larangan UE atas impor minyak mentah melalui laut dari Rusia yang diterapkan pada Desember 2022.

Dalam perdagangan pasar Amerika, harga minyak dunia di level US78,80 perbarel pada jam 21.00 wib  Sedangkan dalam perdagangan di hari Kamis harga minyak akan di perdagangkan melebar tapi condong menguat di rentang US76,75 per barel – US81,20 perbarel.(DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Sabet Best Collaboration Excellence 2026, Bukti Kekuatan Sinergi di Sektor Pengeboran Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali menunjukkan taringnya di...

Pertamina NRE Dorong Investasi Energi Bersih ASEAN, Perkuat Kolaborasi Regional

Jakarta, situsenergi.com Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mempertegas komitmennya dalam...

Jakarta Pertamina Enduro Runner-up Proliga 2026, Siap Tancap Gas di Final Four

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Pertamina Enduro memastikan posisi runner-up klasemen Proliga putri 2026...

Pasokan Avtur Aman Jelang Lebaran! AFT Halim Jadi Andalan Pertamina Jaga Kualitas BBM Pesawat

Jakarta, situsenergi.com Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero)...