Home MIGAS 2023 Pertamina Patra Niaga Catat Peningkatan Volume Penyaluran Energi 17 Persen 
MIGAS

2023 Pertamina Patra Niaga Catat Peningkatan Volume Penyaluran Energi 17 Persen 

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pertamina Patra Niaga, subholding commercial and trading Pertamina, mencatatkan peningkatan volume penyaluran energi pada 2023. Volume penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi, BBM aviasi, BBM industri, dan petrokimia tercatat mencapai 17 persen dengan pertumbuhan sebesar 3,9 persen.

Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, kinerja anak perusahaan tersebut juga menunjukkan peningkatan volume penjualan sebesar 17 persen dengan pertumbuhan 11 persen. Sementara segmen ritel mencatatkan realisasi volume yang hampir sama dengan penjualan pada 2022.

“Kita bisa membuktikan bahwa Pertamina Patra Niaga bukan hanya tumbuh dan berkembang, tapi ini sudah melakukan lompatan yang luar biasa, baik dalam pengelolaan bisnis maupun pencapaian kinerja perusahaan,” kata  Nicke Widyawati dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat (21/6).

Sementara menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, perusahaan telah melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan misi pelayanan kebutuhan energi masyarakat hingga seluruh pelosok negeri sebagai perpanjangan tangan Pertamina.

“Misalnya, untuk melayani kebutuhan energi di pedesaan maupun wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Perusahaan melaksanakan program BBM Satu Harga dengan penambahan lembaga penyaluran baru sebanyak 89 outlet, sesuai dengan target Pemerintah,” paparnya.

Selain itu, kata Riva, ada juga program One Village One Outlet sebanyak 65.133 outlet baru untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Sepanjang 2023, tambahnya, Pertamina Patra Niaga juga terus memperluas program Konversi BBM ke LPG dalam pelaksanaan penugasan Pemerintah untuk penyediaan dan pendistribusian Paket Perdana LPG bagi Nelayan dan Petani sebanyak 53.625 paket.

“Pertamina Patra Niaga juga telah menyelesaikan program perbaikan SPBU di 1.890 SPBU dan Red Carpet sebanyak 875 SPBU. Sebanyak 98 persen SPBU juga telah dilengkapi dengan Signal Exception untuk mendukung program Pemerintah dalam penyaluran BBM subsidi tepat, dengan jumlah kendaraan bermotor yang telah melakukan registrasi bertambah 4,5 juta,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Pertamina Patra Niaga juga mengembangkan sistem yang disebut Pertamina One Solution (POS) untuk integrasi layanan serta aktif memberikan edukasi ke konsumen. Hasilnya, pada tahun 2023, konsumen melakukan penukaran (trade in) tabung dari LPG 3 Kg ke Bright Gas sebanyak 12.815 tabung.

“Untuk mendukung program Pertamina di era transisi energi, Pertamina Patra Niaga juga telah menambah jumlah Green Station yang merupakan SPBU dengan skema one stop integrated energy solution di 425 outlet,” tutup Riva.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...