Home MINERBA Momentum Kenaikan Harga Batubara Masih Dikeluhkan, Kenapa?
MINERBA

Momentum Kenaikan Harga Batubara Masih Dikeluhkan, Kenapa?

Share
Momentum Kenaikan Harga Batubara Masih Dikeluhkan, Kenapa?
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan harga komoditas batubara yang “menarik” tidak sejalan apa yang diinginkan oleh mereka.

Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) mengatakan momentum kenaikan harga komoditas batubara masih sulit dimanfaatkan pelaku usaha dengan dukungan pendanaan yang kian tipis, padahal royalti dan kontribusi kita ke negara sudah ditingkatkan, harus ada solusi agar kita tidak kelewatan momen bisnis ini yang mungkin tidak bertahan lama.

“Misalnya dorongan untuk menghambat pembiayaan usaha batubara melalui klasifikasi merah dalam taksonomi hijau yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan, menurutnya kebijakan ini harus dikaji kembali agar bisa memanfaatkan momentum kenaikan harga batubara,” kata Ketum Aspebindo, Anggawira dalam pernyataannya yang dikutip, Senin (05/12/2022).

Dikatakannya, dia turut memberikan gambaran kondisi energi nasional di tahun selanjutnya dan tantangan dalam hilirisasi industri. Antara lain mengenai kalahnya gugatan Indonesia terhadap WTO mengenai ekspor nikel.

“Saat ini pemerintah mengajukan banding atas kekalahan saat menghadapi gugatan terkait setop ekspor nikel yang diajukan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), ini komitmen serius pemerintah untuk meningkatkan nilai bahan baku mentah energi yang ada, pengusaha harus ambil peran jangan tinggal diam kita harus sambut dari bawah untuk memastikan hilirisasi mineral ini mampu meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan energi Indonesia,” katanya.

Persoalan ini, rencananya akan dibawa dalam Rakernas Aspebindo yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.rAahan dari ketua umum Aspebindo disambut baik oleh Ketua Pelaksana Rakernas Aspebindo Fathul Nugroho, ia berkomitmen akan menghadirkan rakernas yang mampu mengkonsolidasikan pelaku usaha untuk merekomendasikan kebijakan yang tepat.

“Kita sudah memulai mempersiapkan rakernas beberapa waktu yang lalu. Melalui audiensi, dan konsolidasi dengan beberapa pihak serta berkomunikasi aktif dengan pengurus daerah kita siap melakukan konsolidasi secara nasional untuk menyusun program dan gagasan yang akan didorong ASPEBINDO berkaitan dengan ketahanan energi Indonesia,” kata Ketua Pelaksana Rakernas Aspebindo, Fathul Nugroho.

Menurutnya konsolidasi internal Aspebindo mengerucutkan ketahanan energi kepada dua hal penting yakni kecukupan pasokan batubara dan mineral serta mendorong peningkatan investasi ke sektor-sektor energi strategis.

“Pasokan batubara dan mineral serta investasi akan menjadi catatan kami dalam rakernas kali ini untuk itu kita akan mengangkat tema Powering The Future: Energy at The Hearth of Mineral Supply And Investment Opportunities,” terang Fathul.(SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...