Home MIGAS Permintaan Kredit Industri Hulu Migas Tetap Tinggi, NPL Juga Relatif Rendah
MIGAS

Permintaan Kredit Industri Hulu Migas Tetap Tinggi, NPL Juga Relatif Rendah

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Industri perbankan nasional khususnya anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menilai industri hulu migas masih tetap menarik untuk diberikan dukungan pembiayaan. Meski sektor hulu migas memiliki karakter padat modal dan berisiko tinggi, namun sektor ini tetap menjadi backbone bagi perekonomian nasional. Pasalnya hasil dari produksi hulu migas dibutuhkan oleh mayoritas industri nasional.

Terlebih pemerintah menargetkan produksi minyak bisa menembus level 1 juta barel per hari dan 12 miliar standar kaki kubik per hari untuk gas pada tahun 2030. Hal ini menandakan bahwa sektor hulu migas di masa depan akan terus meningkatkan upaya eksplorasi dan produksinya demi mencapai target itu. Itu artinya aktifitas bisnis akan terus berputar sehingga bagi keterlibatan industri perbankan sangat dibutuhkan agar aktifitas produksi bisa berjalan lancar.

Agus Noorsanto, Direktur Kelembagaan dan BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengatakan bahwa dari sisi perbankan pihaknya sebagai anggota bank Himbara sangat siap untuk mendukung pembiayaan dan kebutuhan layanan perbankan lainnya bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Bahkan dirinya menyatakan idealnya pemerintah perlu mendorong para KKKS untuk melibatkan bank nasional khususnya bank Himbara dalam rangka memenuhi kebutuhan finansial atau layanan perbankan. Sebab dengan melibatkan bank nasional maka benefit yang didapatkan juga akan kembali kepada negara.

“Harapannya agar bagaimana peran industri perbankan khususnya bank himbara bisa meningkat pada industri hulu migas, ini juga dalam rangka untuk mendukung peningkatan penerimaan negara. Jadi KKKS dan industri penunjangnya perlu mengutamakan penggunaan bank negara dalam memenuhi transaksi perbankan,” kata Agus dalam webinar bertema Peran Perbankan Nasional Di Industri Hulu Migas, Kamis (19/8/2021).

Dijelaskan Agus bahwa dukungan pembiayaan bank Himbara terhadap sektor hulu migas selama ini cukup besar. Tercatat hingga Mei 2021 jumlah kredit yang dikucurkan pada sektor pertambangan yang di dalamnya memuat sektor hulu migas nilainya mencapai Rp128 triliun. Kendati turun 12,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp147 triliun, namun sektor hulu migas tetap menjadi daya pikat bagi industri pembiayaan.

“Dari sisi NPL (non performing Lian / kredit macet) sektor ini juga relatif terjaga atau rendah dibandingkan sektor lain seperti makanan dan minuman. Sektor migas (pertambangan) NPLnya di level 4,9 persen, ini cukup rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 5 persen. Ini pertanda baik,” ucap dia. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jakarta Pertamina Enduro Runner-up Proliga 2026, Siap Tancap Gas di Final Four

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Pertamina Enduro memastikan posisi runner-up klasemen Proliga putri 2026...

Pasokan Avtur Aman Jelang Lebaran! AFT Halim Jadi Andalan Pertamina Jaga Kualitas BBM Pesawat

Jakarta, situsenergi.com Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero)...

Astrindo Gandeng IKD, Distribusi Gas ke Mini LNG Plant Jadi Senjata Baru Ekspansi LNG

Jakarta, Situsenergi.com Langkah agresif di sektor LNG kembali ditunjukkan PT Astrindo Nusantara...

Gas Alam untuk Industri Dalam Negeri Makin Kritis, Puskepi Minta Prabowo Negosiasi Ulang Ekspor

Jakarta, situsenergi.com Kebutuhan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri kini memasuki...