Home MIGAS Bahaya, PI Boleh Dijual 51 Persen Berpotensi Bikin Swasta Kembali Kuasai Hulu Migas
MIGAS

Bahaya, PI Boleh Dijual 51 Persen Berpotensi Bikin Swasta Kembali Kuasai Hulu Migas

Share
Bahaya, PI Boleh Dijual 51 Persen Berpotensi Bikin Swasta Kembali Kuasai Hulu Migas
Dewan Penasehat FSPPB, Ugan Gandar (kiri)
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Praktisi migas, Ugan Gandar bereaksi keras atas terbitnya Peraturan Menteri ESDM (Permen) Nomor 23 Tahun 2021, dimana salah satu poin yang diatur yakni memperbolehkan PT Pertamina (Persero) untuk melepas hak Participating Interest (PI) hingga lebih dari 51 persen, untuk  blok migas yang akan habis masa kontraknya. 

Ugan Gandar yang pernah memimpin Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) ini menilai, aturan tersebut bisa menjadi celah bagi sektor swasta atau asing untuk menguasai sektor hulu migas Indonesia. Padahal, seharusnya, sesuai UUD 1945 bahwa Bumi, Air dan segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak, harus dikuasai oleh negara. Dikuasai oleh negara ini bisa juga melalui BUMN. 

“Buat saya kenapa Permen 23 Tahun 2021 baru diterbitkan saat ini?  Kalau PI nya boleh dijual 51 persen tentunya mayoritas dikuasai swasta (nasional dan asing). Kalau seperti itu biarkan saja CPI (Chevron Pacific Indonesia) melanjutkan kontraknya sehingga produksinya tidak dibuat decline sampai 165 ribu BOPD seperti saat ini.. Cukup Pertamina beli 51 persen PI nya dan jadi operatornya tidak perlu membeli blok rokan (Signature Bonus)  sampai USD784 Juta atau Rp11.3 triliun. Dan jangan sampai pula Pertamina  diberikan angin surga bahwa cadangan minyak di Rokan seolah-olah masih miliaran barel, sehingga Pertamina bayar signature bonus nya besar banget. Sementara pejabat Kementerian ESDM  menyatakan bahwa cadangan minyak di Indonesia yang proven hanya 2.44 miliar barel saja,” ujar Ugan Gandar kepada Situsenergi.com, ditulis Senin (16/8/2021). 

Sebagai salah satu pihak yang ikut berjuang untuk pengembalian blok migas terminasi agar kembali dikuasai negara, Ugan merasa sangat kecewa dengan terbitnya Permen ESDM Nomor 23 Tahun 2021 itu. Menurutnya, apa yang diperjuangkan selama ini oleh Pertamina dan mengeluarkan modal sangat banyak akan menjadi sia-sia dengan adanya aturan tersebut. 

“Pertanyaannya berapa sih penawaran CPI waktu tender (Blok Rokan)?  Jangan-jangan hanya menawar setengahnya yang ditawar oleh Pertamina, karena CPI tentunya sangat tahu berapa cadangan minyak yang proven di blok Rokan. Sebagai anak bangsa yang ikut teriak-teriak agar blok-blok yang terminasi dan dikuasai asing dikembalikan ke negara atau Pertamina tentu senang. Tapi kita jangan euphoria, sebab masih banyak masalah yang harus  diselesaikan,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jakarta Pertamina Enduro Runner-up Proliga 2026, Siap Tancap Gas di Final Four

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Pertamina Enduro memastikan posisi runner-up klasemen Proliga putri 2026...

Pasokan Avtur Aman Jelang Lebaran! AFT Halim Jadi Andalan Pertamina Jaga Kualitas BBM Pesawat

Jakarta, situsenergi.com Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero)...

Astrindo Gandeng IKD, Distribusi Gas ke Mini LNG Plant Jadi Senjata Baru Ekspansi LNG

Jakarta, Situsenergi.com Langkah agresif di sektor LNG kembali ditunjukkan PT Astrindo Nusantara...

Gas Alam untuk Industri Dalam Negeri Makin Kritis, Puskepi Minta Prabowo Negosiasi Ulang Ekspor

Jakarta, situsenergi.com Kebutuhan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri kini memasuki...