Home MIGAS Minyak Melambung ke Level Tertinggi 2018, Brent Tembus USD76 Per Barel
MIGAS

Minyak Melambung ke Level Tertinggi 2018, Brent Tembus USD76 Per Barel

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak melesat ke level tertinggi sejak Oktober 2018, terimbas sentimen positif akibat penundaan ekspor minyak Iran karena kesepakatan nuklir dengan AS yang belum jelas, sementara investor terus mencermati hasil pertemuan OPEC Plus pekan ini.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Agustus, patokan internasional, naik 22 sen, atau 0,3 persen, menjadi USD76,40 per barel pada pukul 07.51 WIB, demikian dikutip dari laporan Reuters, di Singapura, Senin (28/6/2021).

Patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Agustus, berada di posisi USD74,30 per barel, meningkat 25 sen, atau 0,3 persen.

Harga minyak menguat untuk minggu kelima, pekan lalu, karena permintaan bahan bakar rebound didorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan peningkatan aktivitas perjalanan selama musim panas di belahan bumi utara, sementara pasokan minyak mentah global tetap stabil ketika Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan sekutu mereka mempertahankan kebijakan pengurangan produksi.

Kelompok produsen, yang dikenal sebagai OPEC Plus itu, mengembalikan 2,1 juta barel per hari (bph) ke pasar dari Mei hingga Juli sebagai bagian dari rencana untuk secara bertahap melonggarkan pembatasan produksi minyak tahun lalu. OPEC Plus bertemu pada 1 Juli dan selanjutnya dapat memangkas pengurangan pasokan pada Agustus karena harga minyak naik di tengah pulihnya permintaan.

“Kami memperkirakan aliansi OPEC Plus akan mencoba untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar akan lebih banyak pasokan dalam pertemuan pekan depan,” kata analis ANZ, menambahkan bahwa pemulihan permintaan bahan bakar pesawat tertahan seiring dengan penutupan perbatasan internasional.

ANZ memperkirakan OPEC Plus akan meningkatkan produksi sekitar 500.000 barel per hari pada Agustus, yang kemungkinan mendukung harga yang lebih tinggi.

Negosiasi terkait dihidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran diperkirakan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang. Perjanjian pemantauan antara Teheran dan pengawas nuklir PBB berakhir pekan lalu.

Dolar AS yang lebih lemah dan pembalikan selera risiko di pasar global juga mendukung komoditas yang dihargakan dalam greenback. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Sabet Best Collaboration Excellence 2026, Bukti Kekuatan Sinergi di Sektor Pengeboran Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali menunjukkan taringnya di...

Pertamina NRE Dorong Investasi Energi Bersih ASEAN, Perkuat Kolaborasi Regional

Jakarta, situsenergi.com Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mempertegas komitmennya dalam...

Jakarta Pertamina Enduro Runner-up Proliga 2026, Siap Tancap Gas di Final Four

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Pertamina Enduro memastikan posisi runner-up klasemen Proliga putri 2026...

Pasokan Avtur Aman Jelang Lebaran! AFT Halim Jadi Andalan Pertamina Jaga Kualitas BBM Pesawat

Jakarta, situsenergi.com Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero)...