Home ENERGI Krakatau Steel Yakini Penjualannya Akan Terus Membaik
ENERGI

Krakatau Steel Yakini Penjualannya Akan Terus Membaik

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk optimis tingkat penjualan produknya pada triwulan IV 2020 akan kembali pulih. Saat ini tren penjualannya meningkat setelah triwulan II terpuruk akibat pandemi Covid-19. Tercatat pada kuartal III 2020 penjualan mencapai 151 ribu ton per bulan. Padahal di kuartal II 2020 tercatat 87 ribu ton per bulan atau menurun dibanding kuartal  2020 yakni 143 ribu ton.

Dalam keterangan resmi perseroan pada kuartal IV 2020 perolehan investasi dari pemerintah sebesar Rp3 triliun. Hal itu akan menjadi modal berharga bagi perseroan untuk mendorong perbaikan kinerja penjualannya di sisa waktu tahun ini.

“Dengan adanya investasi pemerintah kepada perseroan dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020, maka ditargetkan pada 2021 akan diikuti pula dengan pemulihan volume penjualan layaknya sebelum terjadi pandemi Covid-19,” kata manajemen perseroan, Rabu (23/12/2020).

Manajemem memperkirakan total volume penjualan sepanjang tahun ini sebanyak 1,59 juta ton atau lebih rendah dibanding Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2020 sebanyak 2,08 juta ton. Hingga akhir September 2020, realisasi volume penjualan KRAS sebanyak 1,4 juta ton (year-to-date).

“Pandemi Covid-19 menyebabkan permintaan baja mengalami penurunan cukup signifikan. Konsumsi baja di Indonesia mencapai 5,9 juta ton pada semester I-2020 atau menurun 18 persen (year-on-year),” sebut manajemen KRAS.

Dengan demikian, volume penjualan perseroan mengalami penurunan sebesar 39 persen pada kuartal II-2020 menjadi 262 ribu ton dari 429 ribu ton pada kuartal I 2020. Namun, volume penjualan di kuartal III 2020 tercatat 452 juta ton, dengan volume penjualan ke pasar ekspor sebanyak 74 ribu ton.

“Hingga kuartal III 2020, penjualan domestik masih lebih rendah (378 ribu ton), dibandingkan kuartal I 2020 (419 ribu ton). Namun, mengalami peningkatan dibandingkan kuartal II 2020,” pungkasnya. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...