Home ENERGI Digitalisasi Jadi Solusi Atasi Lesunya Produksi Migas
ENERGI

Digitalisasi Jadi Solusi Atasi Lesunya Produksi Migas

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

Ditengah kondisi terpuruknya kondisi bisnis hulu migas ditengah situasi pandemi Corona, digitalisasi disebut bisa menjadi upaya untuk meningkatkan produksi migas. Melalui digitalisasi, proses produksi disebut bisa lebih efisien, dan ongkos produksi yang dibutuhkan bisa dipangkas.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Senior Center for Energy Impact Boston Consulting Group (BCG) Jamie Webster, dalam acara “2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas (IOG 2020)” yang digelar virtual, Jumat (04/12/2020).

Menurut Jemie, teknologi menjadi dasar dalam mendukung peningkatan produksi migas. Data menjadi aset strategis dalam pengolahan serta pemanfaatan yang dilakukan secara digital. Digitalisasi sangat menunjang bagi perusahaan untuk mempercepat proses kerja maupun pengambilan keputusan.

“Teknologi dan digitalisasi akan sangat membantu perusahaan, karena dapat digunakan untuk meminimalkan salah satu momok industri migas yaitu dry hole (sumur kering/ tidak ditemukan cadangan hidrokarbon), termasuk menggunakan kecerdasan buatan baru (artificial intelligence) untuk melakukan simulasi pemboran,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Upstream Digital Petronas, Shaharuddin Hamid Mustapha mengungkaplan, Petronas telah sukses dalam mengimplementasikan teknologi dan digitalisasi yang menghasilkan efisiensi dan efektivitas. Jika dilakukan dengan konsisten dan terus menerus, dalam jangka panjang, upaya ini akan menghasilkan efisiensi biaya.

Dia mencontohkan seperti halnya di Petronas. Pada awalnya perusahaan menerapkan transformasi digital pada kegiatan peningkatan produksi. Semua fungsi di Petronas terkoneksi dalam suatu teknologi digital yang disimpan dalam cloud, hal ini kemudian memudahkan dalam hal koordinasi dan pengambilan keputusan secara cepat.

“Sekarang keberhasilan digitalisasi untuk peningkatan produksi kami kembangkan untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan lainnya,” jelasnya.

Shaharuddin mengatakan, digitalisasi terbukti membantu mempercepat pengambilan keputusan, karena data telah diproses sedemikian rupa. Penerapan salah satu teknologi artificial intelligence juga terbukti meningkatkan keberhasilan industri migas.

Selain memberikan akurasi, kualitas, dan kecepatan pemrosesan data,artificial intelligence juga menyajikan data menjadi tampilan 3D, sehingga memberikan perspektif yang lebih lengkap dalam mengambil keputusan. Hal ini menurutnya akan meningkatkan keberhasilan kegiatan pengeboran, terutama pengeboran eksplorasi. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...