Home ENERGI Minyak Dunia Turun Tipis Pagi Ini, Kekhawatiran Lockdown Jadi Penyebab
ENERGI

Minyak Dunia Turun Tipis Pagi Ini, Kekhawatiran Lockdown Jadi Penyebab

Share
Share

New York, SitusEnergy.com

Harga minyak turun tipis pagi ini, sebagai imbas terhadap kekhawatiran para produsen terhadap lonjakan kasus Corona yang beresiko memunculkan kembali wacara lockdown di sejumlah wilayah, tertutama kawasan Eropa. Sebab, jika lockdown kembali terjadi, maka hal itu akan memukul permintaan, yang sejatinya saat ini sudah mulai meningkat.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasiona, ditutup turun 7 sen, atau 0,2 persen, menjadi USD43,75 per barel, demikian laporan  Reuters,  di New York, Selasa (17/11/2020) atau Rabu (18/11/2020) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, naik 9 sen, atau 0,2 persen, menjadi USD41,43 per barel.

Pasar minyak memangkas kerugian sebelumnya dalam 15 menit terakhir perdagangan setelah Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menggunakan semua alat untuk mendukung pemulihan selama yang dibutuhkan, hingga pekerjaannya itu benar-benar selesai.

Pergerakan harga itu terjadi menjelang rilis data dari American Petroleum Institute, kelompok industri, yang diperkirakan menunjukkan persediaan minyak mentah naik 1,7 juta barel, pekan lalu, setelah meningkat 4,3 juta barel pada pekan sebelumnya, menurut jajak pendapat  Reuters.

Senin, Brent ditutup di level tertinggi 10 pekan setelah pengumuman Moderna bahwa vaksin virus korona yang dikembangkannya efektif 94,5 persen.. Itu mengikuti berita serupa dari Pfizer minggu lalu.

Tetapi prospek ekonomi jangka pendek tetap buram dengan beberapa negara Eropa memperketat pembatasan karena kasus virus korona melonjak.

Guna mengatasi permintaan energi yang lebih lemah di tengah gelombang kasus virus korona, Arab Saudi meminta sesama anggota OPEC Plus agar fleksibel dalam menanggapi kebutuhan pasar minyak karena meningkatnya kebutuhan untuk kebijakan produksi yang lebih ketat pada 2021.

OPEC Plus, terdiri dari Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ), Rusia dan lainnya, menurunkan prospek pertumbuhan permintaan minyak untuk 2021, menurut dokumen rahasia yang diketahui Reuters.

Opsi yang mendapatkan dukungan di antara negara-negara OPEC Plus adalah mempertahankan pemotongan yang ada sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) selama tiga hingga enam bulan ke depan, kata narasumber, ketimbang memangkas pengurangan menjadi 5,7 juta bph pada Januari.

” OPEC Plus diprediksi secara luas akan menunda rencana untuk meningkatkan produksi…pada Januari tetapi dengan pengumuman Pfizer dan Moderna tersebut mendorong minyak kembali di atas USD40, mungkin tidak ada dukungan yang sama di sana seperti yang terjadi lebih dari dua pekan lalu,” kata Craig Erlam, analis OANDA.

OPEC Plus mengadakan pertemuan komite menteri, Selasa, yang tidak membuat rekomendasi resmi. Kelompok tersebut akan menggelar pertemuan penuh pada 30 November-1 Desember. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...