Home ENERGI Kinerja Elnusa Hingga Triwulan III 2020 Tetap Positif
ENERGI

Kinerja Elnusa Hingga Triwulan III 2020 Tetap Positif

Share
Share

Jakarta, Situenergy.com

PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mencatatkan pandapatan sebesar Rp5,76 triliun sepanjang sembilan bulan terakhir. Capaian ini turun tipis 2,7 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu sebesar Rp5,91 triliun.

Direktur Keuangan ELSA, Hery Setiawan mengatakan pada periode tersebut perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp187 miliar. Diakuinya laba bersih yang diraih tersebut lebih rendah sebesar 21,4 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp238 miliar. Menurutnya tahun 2020 ini menjadi tantangan yang sangat berat bagi industri minyak dan gas (migas) termasuk bagi ELSA. Akibat triple shock, seperti pandemi, penurunan harga minyak mentah dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah membuat pendapatan dan laba bersih perusahaan menjadi turun akibat menurunnya permintaan.

“Sepanjang 9 bulan kita relatif masih positif meski memang ada penurunan akibat migas shock, pendapatan usaha hampir sama tahun lalu walau ada koreksi 2,7 persen.Tapi kita tetap optimis di tengah triple shock di tengah banyak perusahaan banyak goyang gulung tikar, kita masih bisa bertahan,” ujar Hery dalam public expose virtual, Senin (30/11).

Hery menambahkan untuk net profit tahun 2020 ini ditargetkan bisa mencapai Rp200 miliar. Menurutnya membaiknya kegiatan ekonomi dan mobilisasi masyarakat di tengah pandemi ini menjadi salah satu faktor yang diyakini bisa mendorong target tersebut bisa dicapai. Untuk kontribusi pendapatan utama sepanjang sembilan bulan yaitu jasa hulu migas sebesar 51 persen, jasa distribusi dan logistik energi sebesar 43 persen dan jasa penunjang energi sebesar 7 persen.

“Pendapatan Elnusa di akhir tahun net profitnya kita harap masih di atas Rp200 miliar.  Kami optimis dari sektor distribusi dan jasa logistik menjadi prioritas penyumbang utama selain dari sektor jasa hulu migas,” sambungnya.

Terkait dengan total aset, lanjut Hery, hingga September 2020 jumlahnya mencapai Rp7,59 triliun atau meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp6,17 triliun. Sedangkan total liabilitas perseroan naik 44 persen dari Rp2,72 triliun menjadi Rp3,91 triliun. Untuk ekuitas juga meningkat signifikan 6,6 persen dari Rp3,45 triliun menjadi Rp3,68 triliun. Kemudian untuk ebitda pada periode tersebut sebesar Rp913 miliar atau tumbuh 31,6 persen dari sebelumnya Rp694 miliar.

“Kenaikan ebitda ini lebih disebabkan oleh penerapan aturan PSAK (Pernyataan Standar Akutansi Keuangan) yang baru,” pungkasnya. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...