Home ENERGI Harga Minyak Anjlok Lebih Dari 2 Persen, Imbas Arab Saudi Pangkas Harga Jual Ke Asia
ENERGI

Harga Minyak Anjlok Lebih Dari 2 Persen, Imbas Arab Saudi Pangkas Harga Jual Ke Asia

Share
Share

Singapura, situsenergy.com

Dikutip dari laporan Reuters, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 91 sen atau 2,1 persen menjadi US$41,75 per barel, pada Senin (7/9/2020) pukul 07.00 WIB, setelah sebelumnya turun menjadi US$41,51 per barel, level terendah sejak 30 Juli.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate, anjlok 91 sen, atau 2,3 persen menjadi US$38,86 per barel. Harga front-month awalnya mencapai US$38,55 per barel, level terendah yang tidak terlihat sejak 10 Juli.

Merosotnya harga minyak hingga mencapai level terendah sejak Juli itu sebagai imbas dari kebijakan Arab Saudi yang melakukan pemotongan harga bulanan terdalam untuk pasokan ke Asia dalam lima bulan, karena optimisme tentang pemulihan permintaan menyusut di tengah pandemi virus corona.

Sementara itu, pasar global masih dibanjiri pasokan minyak mentah dan bahan bakar meski OPEC Plus memotong pasokan dan upaya pemerintah untuk merangsang ekonomi global serta permintaan minyak, memaksa pengilangan untuk mengendalikan produksi dan produsen kembali melakukan pemotongan harga.

“Dengan (liburan) Hari Buruh di Amerika secara resmi menandai akhir musim mengemudi sepanjang musim panas, investor juga menghadapi fakta bahwa permintaan merosot, sementara persediaan tetap pada tingkat yang tinggi,” kata analis ANZ kepada Reuters.

Eksportir minyak terbesar dunia, Arab Saudi, memangkas harga jual resmi Oktober untuk minyak mentah Arab Light yang dijual ke Asia dengan margin terbesar sejak Mei. Asia adalah pasar terbesar Arab Saudi berdasarkan wilayah.

Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekutunya termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, memangkas pengurangan produksi mulai Agustus menjadi 7,7 juta barel per hari setelah harga minyak global meningkat dari posisi terendah bersejarah terkait virus corona.
Pemulihan harga minyak juga mendorong beberapa pengebor Amerika untuk kembali beroperasi.

Perusahaan energi AS minggu lalu menambah rig minyak dan gas untuk kedua kalinya dalam tiga pekan terakhir, menurut laporan mingguan Baker Hughes Co, Jumat. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...