Home ENERGI Meski Di Tengah Pandemi, Kinerja PTBA Di Triwulan I 2020 Tetap Moncer
ENERGI

Meski Di Tengah Pandemi, Kinerja PTBA Di Triwulan I 2020 Tetap Moncer

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan peningkatan penjualan batu bara di sepanjang triwulan pertama 2020 sebesar 2,1 persen atau naik dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Sementara untuk volume produksi mengalami sedikit kontraksi sekitar 2,8 persen yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi khususnya pada awal tahun.

Sekretaris Perusahaan PTBA, Hadis Surya Palapa, mengatakan dari kinerja itu perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun. Capaian ini terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar Rp3,3 triliun, penjualan batu bara ekspor sebesar Rp1,8 triliun dan aktivitas lainnya sebesar Rp87,2 miliar. Usaha lain yang dimaksud adalah penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa. Pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batu bara yang turun sebesar 3,9 persen menjadi Rp741.845,- per ton dari Rp772.058,- per ton di triwulan I 2019.

“Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga batu bara Newcastle sebesar 29,5 persen maupun harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index / ICI) GAR 5000 sebesar 6,9 persen dibandingkan harga rata-rata triwulan I 2019,” kata Hadis dalam keterangannya, Sabtu (2/5).

Sementara itu untuk angkutan batu bara dengan menggunakan kereta api pada periode tersebut mengalami peningkatan sebesar 12,1 persen dari 5,8 juta ton menjadi 6,5 juta ton. Pencapaian Perseroan ini tak lepas dari strategi manajemen dalam melakukan efisiensi yang berkelanjutan di semua lini.

Kemudian adanya upaya optimalisasi peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Taiwan, Thailand, Vietnam dan sejumlah negara Asia lainnya, di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA). Strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market juga menyokong pencapaian ini.

Lebih lanjut, untuk beban pokok penjualan sepanjang triwulan I 2020 ini tercatat sebesar Rp3,6 triliun. Jumlah ini naik 1,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan kenaikan volume penjualan serta peningkatan volume angkutan batu bara & kenaikan biaya jasa penambangan terkait dengan peningkatan kurs dan jarak angkut pada triwulan I 2020 dibandingkan dengan triwulan I 2019.

“Dengan gambaran pendapatan dan peningkatan beban pokok penjualan serta beban usaha, laba usaha Perseroan masih bisa mencapai Rp1,08 triliun. Kemudian EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp903,2 miliar,” sambungnya.

Lebih lanjut, Hadis memaparkan aset perseroan per 31 Maret 2020 mencapai Rp27,7 triliun dengan komposisi terbesar pada kas setara kas serta Deposito dengan jangka waktu di atas 3 bulan yang dimiliki oleh Perseroan sebesar Rp8,1 triliun (29,2 persen) dan aset tetap sebesar Rp7,5 triliun (27,1 persen). Total liabilitas perseroan per 31 Maret 2020 sebesar Rp7,8 triliun.

“Total liabilitas tersebut naik dibandingkan liabilitas per 31 Desember 2019. Hal ini disebabkan adanya kenaikan liabilitas jangka panjang sebesar 11,2 persen dari realisasi triwulan I tahun 2019,” paparnya.

Dengan adanya peningkatan posisi Kas dan Setara Kas menyebabkan cash ratio atau rasio Kas dan Setara Kas terhadap liabilitas jangka pendek Perseroan menjadi 167,4 persen yang berarti Perseroan memiliki likuiditas yang kuat atau sangat mampu memenuhi liabilitas jangka pendek tepat waktu. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...