Home ENERGI 3 Hal Ini Dorong Minyak Brent Ke level Tertinggi Sejak Maret
ENERGI

3 Hal Ini Dorong Minyak Brent Ke level Tertinggi Sejak Maret

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com 

Minyak jenis Brent melesat lebih dari 1% ke level tertinggi sejak Maret, Kamis, didukung persediaan minyak mentah AS yang lebih rendah, pemangkasan pasokan yang dipimpin OPEC dan pemulihan permintaan karena pemerintah melonggarkan pembatasan virus corona pada pergerakan manusia.

Minyak merosot tahun ini, dengan Brent mencapai level terendah 21 tahun di bawah US$16 per barel pada April karena kejatuhan permintaan. Dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar dan lebih banyak tanda-tanda bahwa kelebihan pasokan bisa ditangani, Brent melambung lebih dari dua kali lipat.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 34 sen, atau 1%, menjadi US$36,09 per barel, demikian laporan Reuters, di New York, Kamis (21/5/2020) atau Jumat (22/5/2020) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, ditutup melonjak 43 sen, atau 1,28%, menjadi US$33,92 per barel.
Dalam tanda terbaru kelebihan pasokan mulai berkurang, persediaan minyak mentah AS turun 5 juta barel pekan lalu, padahal analis memperkirakan terjadi peningkatan.

“Reli minyak mentah berjangka mulai mendekati level di mana penurunan produksi shale-oil Amerika akan mulai melambat dan mungkin berbalik ketika produsen berbiaya rendah itu berusaha untuk menghasilkan pendapatan,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Pada saat yang sama, ada bukti pulihnya penggunaan bahan bakar. Sejumlah maskapai penerbangan terbesar Amerika dan Air Canada, Selasa, melaporkan pembatalan tiket yang lebih lambat dan peningkatan pemesanan di beberapa rute, meski eksekutif mengatakan permintaan secara keseluruhan masih lemah.

Namun, data dari Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis, mengungkapkan 2,4 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, yang akan mempengaruhi permintaan bensin, menurut John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York.

“Kita melihat kenaikan terkonsolidasi setelah seminggu data ekonomi yang buruk di Amerika Serikat,” kata Kilduff.

Organisasi Negara Eksportir Minyak, Rusia dan sekutu lainnya, yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat untuk memotong pasokan dengan rekor 9,7 juta barel per hari mulai 1 Mei.

Sejauh ini, OPEC + telah memotong ekspor minyak sekitar 6 juta barel per hari, menurut perusahaan yang melacak pergerakan tersebut, menunjukkan awal yang kuat dalam mematuhi kesepakatan itu. OPEC mengatakan pasar merespons dengan baik. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...