Home ENERGI Corona Hambat Pembangunan Pembangkit Listrik
ENERGI

Corona Hambat Pembangunan Pembangkit Listrik

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Sejumlah proyek pembangunan pembangkit listrik diproyeksi bakal molor akibat merebaknya wabah corona di dunia. Pasalnya, pasokan bahan baku dan peralatan pembangkit listrik tersebut sebagian besar diimpor dari China.

“Itu sekarang lagi di data, tapi memang ujungnya akan menghambat pekerjaan. Namun kita maklum dengan kondisi seperti ini,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Menurutnya selain faktor pasokan barang impor, pembangunan pembangkit juga terhambat masalah impor teknologi dan tenaga kerja. Pasalnya, teknologi dan tenaga kerja sebagian didatangkan dari China, Korea Selatan dan Eropa. Kepulangan tenaga ahli tersebut ikut menghambat pekerjaan konstruksi sejumlah pembangkit yang direncanakan bakal beroperasi (Comercial Operation Date/COD) tahun ini.

“Tapi sekali lagi kita maklum karena kondisinya memang seperti ini. Jadi misalkan pemerintah menetapkan suatu pembangkit COD tahun ini kita juga enggak ngotot. Toh, kita juga tidak dalam kondisi krisis listrik,” tegasnya.

Di samping itu, imbuhnya, perbankan sebagai pemberi pinjaman pembangunan pembangkit telah memberikan keringanan denda apabila terjadi keterlambatan target operasi. Adapun insentif dari perbankan tersebut dimungkinkan dalam kondisi tertentu.

“Pinjaman itu biasanya ada konsekuensi di dalam waktu penyelesaian. Ujungnya kan ada denda oleh perbankan. Nah itu ada sedikit ruang,” kata dia.

Rida memproyeksikan keterlambatan masing-masing target operasi diperkirakan sekitar enam bulan. Adapun proyeksi tersebut dihitung apabila dampak corona tidak berlangsung lama hingga bertahun-tahun. “Mudah-mudahan ini hanya sementara tidak bertahun-tahun. Paling delay enam bulan,” tuturnya.(MUL/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...