Home ENERGI SKK Migas Cari Pembeli LNG untuk Pengganti WBX
ENERGI

SKK Migas Cari Pembeli LNG untuk Pengganti WBX

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arif Setiawan Handoko, mengatakan, mengatakan akan mencari pembeli gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) lain menyusul adanya indikasi kontrak jual beli LNG dengan Western Buyer Extension (WBX) asal Jepang tidak akan diperpanjang lagi.

“Pada 2021 kami lagi cari, misalnya pengganti WBX yang tidak diperpanjang. Kami harus cari gantinya. WBX enggak mau perpanjangan, kami coba cari buyers lain,” kata Arif di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Arif menjelaskan, SKK Migas akan kembali membuka negosiasi dengan WBX pada 2020 karena negosiasi pada tahun lalu masih buntu. Negosiasi yang sudah dilakukan sebelumnya, ada beberapa anggota WBX yang belum sepakat dengan klausul kontrak jual beli, terutama mengenai kesepakatan harga. Padahal biasanya semua anggota WBX sepakat terhadap harga LNG.

“Kami masih berupaya agar dapat diperpanjang. Meskipun tidak semua anggota konsorsium akan memperpanjang kontrak. Kemarin sempat freeze karena tidak tercapai kesepakatan harga. Saat ini, kami akan memulai renegosiasi kembali setelah mendapatkan acuan harga dari hasil penjualan di akhir 2019 kemarin,” kata Arif.

Kontrak penjualan LNG terhadap lima perusahaan Jepang atau yang biasa disebut Western Japan dimulai sejak Desember 1973. Kilang Badak menjadi salah satu pemasok terbesar LNG di dunia untuk lima perusahaan sekaligus, yakni untuk Chubu Electric Co., Kansai Electric Power Co., Kyushu Electric Power Co., Nippon Steel Corp dan Osaka Gas Co. Ltd.

WBX menjadi salah satu pembeli utama LNG Indonesia. LNG dipasok dari kilang LNG Badak di Bontang yang dikelola oleh PT Badak NGL. Saat ini saham Badak NGL dikuasai PT Pertamina (Persero) sebesar 55%. Sisanya, dikuasai Vico Indonesia 20%, Japan Indonesia LNG Co (JILCO) 15% dan Total E&P Indonesie (TEPI) 10%. (Mu/rifl)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...