Home ENERGI PLTP Muara Laboh Tahap 1 Resmi Beroperasi
ENERGI

PLTP Muara Laboh Tahap 1 Resmi Beroperasi

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) mengumumkan operasi komersial (commercial operation of date/COD) Pembangkit Listrik Tenaga PanasBumi (PLTP) Tahap 1 Muara Laboh yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Pembangkit listrik itu memiliki kapasitas net 85 megawatt (MW).

Founder & Chairman PT Supreme Energy, Supramu Santosa, mengatakan untuk distribusinya, listrik akan dipasok ke jaringan Sumatera Grid milik PT PLN (Persero) untuk distribusikan ke 340.000 rumah tangga. Untuk selanjutnya, pihak SEML tengah melakukan pembicaraan dengan PT PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengembangan PLTP tahap 2 dengan kapasitas 65 MW. Pengembangan ini membutuhkan investasi USD400 juta dan akan segera dimulai setelah negoisasi PPA (power purchase agreement) selesai.

“COD Muara Laboh Tahap-1 dan rencana pengembangan Tahap-2 mewakili komitmen yang sangat kuat dari PT Supreme Energy dan mitra internasionalnya terhadap pengembangan energi panasbumi di Indonesia untuk mendukung Pemerintah Indonesia mencapai target bauran energi tahun 2025. Kami menghargai dukungan berkelanjutan dari Pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan khususnya selama eksplorasi dan pengembangan,” ujar Supramu di Jakarta, Senin (16/12).

PT Supreme Energy sendiri merupakan perusahaan patungan antara NGIE dan Sumitomo Corp. Untuk proyek PLTP tahap 1 Muara Laboh ini telah dimulai studi pendahuluan proyek pengembangannya pada tahun 2008. Dilanjutkan penandatanganan PPA pada tahun 2012 dan segera memulai kegiatan eksplorasi. Total investasi untuk pengembangan tahap-1 ini mencapai USF580 juta.

Saat ini, PT Supreme Energy juga sedang membangun Proyek PLTP berkapasitas 90 MW di Sumatera Selatan. Proyek yang digarap oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2020. Untuk menyelesaikan proyek ini, SERD akan berinvestasi sekitar USD700 juta.

“Selain itu, melalui PT Supreme Energy Rajabasa (SERB), PT Supreme Energy juga sedang mempersiapkan program eksplorasi untuk Wilayah Kerja Gunung Rajabasa yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan eksplorasi akan dimulai segera setelah negoisasi perpanjangan PPA dengan PLN selesai,” pungkasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...