Home ENERGI Kementerian ESDM-Pertamina Rampungkan Survei di Blok Matindok
ENERGI

Kementerian ESDM-Pertamina Rampungkan Survei di Blok Matindok

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT Pertamina EP menyelesaikan Survei Geokimia Microseapage Area Offshore Leg-3 di Blok Matindok, Sulawesi Tengah.

Menurut Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi tingginya risiko pemboran dan biaya tinggi, terkait dugaan keberadaan potensi hidrokarbon di area Pantai Matindok serta mengurangi risiko operasional pemboran di laut dalam,” katanya di Jakarta, Jumat.

Kapal Riset Geomarin III (KR Geomarin III) telah tiba kembali di Pelabuhan Cirebon pada  26 Desember 2019.

Sebelumnya Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebutkan, survei dilakukan untuk meningkatkan potensi cadangan migas demi menjamin keberlangsungan industri hulu migas. Salah satu potensi yang besar adalah potensi sumber daya migas di area lepas pantai Matindok, yang meliputi area prospek Bubalus, Kudukudu dan Kepekepe.

KR Geomarin III bertolak dari Pelabuhan Bitung menuju lokasi survei coring pertama Leg 3 di Perairan Matindok, Luwuk, Sulawesi Tengah sejak tanggal 9 Desember 2019. Sebelum memulai Leg-3, BLU P3GL bersama PT Pertamina EP menggelar Management Walk Through (MWT) untuk kegiatan survei Geokimia Matindok, di Bitung Sulawesi Utara pada tanggal 8-9 Desember 2019.

Selama 15 hari, tim melakukan coring 79 sampel microseepage dan melakukan coring kalibrasi dua sumur pemboran dengan jumlah sampel 20 buah. Sebelumnya tim telah melaksanakan survei geofisika pada  26 Oktober hingga  7 November 2019, sedangkan survei geologi mulai dilaksanakan  13 November hingga akhir  Desember 2019.

Puslitbang Geologi Kelautan melaksanakan seluruh kegiatan survei selama tiga bulan, mulai dari persiapan, akuisisi data geofisika dan pengambilan sampel untuk analisis geokimia. Kegiatan akuisisi data sendiri telah dimulai pertengahan bulan Oktober hingga akhir bulan Desember 2019.

Target microseepage pada seluruh kegiatan ini meliputi 180 lokasi, macroseepage meliputi 20 lokasi dan kalibrasi sumur sebanyak 30 lokasi. Leg-2 berhasil menyelesaikan 121 titik, yang terdiri dari 101 lokasi microseepage dan 20 macroseepage dan 10 lokasi kalibrasi sumur.

P3GL melakukan survei pada area seluas 1.225 km2 dengan kedalaman air rata-rata di atas 500 meter hingga 1.000 meter. Wahana survei yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah KR Geomarin III dan ditunjang peralatan survey geologi dan geofisika, di antaranya Multibeam Echosounder (MBES), Subbuttom Profiling (SBP), Sidescan Sonar (SSS), serta peralatan Piston Corer, dan dilengkapi dengan Sound Velocity Profile (SVP).

Secara umum, Lapangan migas Donggi-Matindok memiliki berperan penting dalam mendukung produksi gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Indonesia. PT Pertamina EP Asset 4 mengembangkan lapangan migas Donggi Matindok Field sejak April 2016.(mul/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...