Home ENERGI Bukit Asam Tak Kuatir Terkait Rencana Pembatasan Pembangunan PLTU
ENERGI

Bukit Asam Tak Kuatir Terkait Rencana Pembatasan Pembangunan PLTU

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Rencana pemerintah melakukan pembatasan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) ditanggapi dingin oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk [PTBA]. Meski rencana ini baik demi alasan lingkungan, namun PTBA meyakini bahwa pembatasan ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap bisnisnya.

Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman, mengatakan bahwa bisnis tambang batubara masih akan tetap eksis kedepannya. Bahkan, hingga 30 tahun kedepan permintaan batubara akan tetap ada. PTBA akan tetap konsisten menyediakan kebutuhan batubaranya untuk mensuplai PLTU dan juga untuk kebutuhan lainnya.

“Nggak masalah (pembatasan PLTU), tetap optimis nggak ngaruh ke kita. Kebutuhan itu akan selalu ada kan ada PLTU eksisting yang butuh disuplai terus, ini dari kita juga suplainya,” kata Suherman di Jakarta, Selasa (28/10).

Seperti diketahui bahwa rencana pembatasan pembangunan PLTU tersebut sempat dilontarkan oleh mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan pada pekan kedua bulan Oktober 2019 lalu. Menurutnya sejumlah negara sudah menyatakan komitmennya untuk mengurangi polusi udara dengan tidak menggunakan PLTU dalam pemenuhan energi listrik di tahun 2050. Untuk mengikuti jejak itu, pemerintah Indonesia kemudian merencanakan pembatasan pembangunan PLTU kecuali berdekatan dengan lokasi mulut tambang.

Suherman menyatakan tetap yakin bahwa pesanan batubara baik yang berkalori rendah hingga tinggi masih akan terserap oleh pasar dengan baik.  Hingga triwulan III 2019 saja penjualan batubara oleh PTBA mencapai 20,6 juta ton. Jumlah ini meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kebutuhan domestik banyak kita berikan ke PLTUnya PLN, jadi kita yakin bisnis batubara kedepan masih bisa mencatatkan kinerja yang baik,” pungkas Suherman. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...