Home ENERGI FSPPB Tak Setuju Sebagian Saham Pertamina Untuk Blok Rokan Dilepas
ENERGI

FSPPB Tak Setuju Sebagian Saham Pertamina Untuk Blok Rokan Dilepas

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Rencana direksi PT Pertamina (Persero) yang mau melepas sebagian saham (share down) Blok Migas Rokan dianggap tidak tepat. Pasalnya blok ini dinilai sangat strategis dan sudah mampu dikelola Pertamina sendiri. Jika wacana dilakukan maka Pertamina terancam tidak lagi bisa mengoptimalkan pendapatannya dari pengelolaan blok tersebut.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar, menyatakan walaupun Pertamina diizinkan mencari mitra dalam menjalankan usahanya, namun khusus di Blok Rokan Pertamina seharusnya tidak perlu mencari partner dengan cara melepas sebagian kepemilikan saham. Sebaiknya share down sendiri dilakukan untuk blok-blok migas lain selain Rokan. Untuk itu pihaknya meminta rencana itu untuk ditinjau ulang.

Sebagai blok terbesar kedua sebagai penghasil minyak, Blok Rokan memang menjadi incaran oleh banyak investor. Namun demi menjaga kedaulatan sektor energi khusus untuk Blok ini diharapkan bisa ditangani oleh Pertamina sendiri.

“Secara pribadi, kami (FSPPB) tidak setuju kalau Rokan dilepas lebih baik blok Mahakam, ONWJ dan blok lainnya, ibaratnya nancepin pipa di blok ini udah keluar minyaknya,” ujar Arie dalam diskusi media di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (13/9).

Saat ini, data dari Kementerian ESDM menyebutkam bahwa blok Rokan ini mampu menghasilkan minyak sekitar 200 ribu barel per hari atau setara 26 persen dari total produksi minyak nasional. Dengan beralihnya pengelolaan kepada PT Pertamina (Persero) potensi pendapatan negara sekitar Rp823,5 triliun. Apabila kepemilikan saham dilepas sebagian dikhawatirkan penerimaan negara dan juga yang diterima Pertamina justru akan berkurang.

Arie menyadari bahwa dasar direksi dan pemerintah yang berencana untuk melepas sebagian saham pengelolaan Blok Rokan adalan untuk mendapatkan tambahan dana sehingga bisa ekspansi. Kemudian juga untuk membagi risiko bisnis yang mungkin bisa timbul sewaktu-waktu. Namun seharusnya dua kebutuhan ini bisa diatasi apabila pemerintah memiliki dana abadi khusus untuk cadangan migas (petrolium fund). Dengan begitu Pertamina tidak perlu melepas saham – saham di blok-blok yang sangat strategis.

Namun sayangnya, petrolium fund itu sendiri hingga kini belum ada wujudnya lantaran payung hukum masih belum mengatur. Akibatnya seluruh pemasukan negata yang berasal dari bisnis minyak dan gas (migas) langsung masuk ke APBN. Akibat dari itu, Badan Usaha seperti Pertamina ketika akan melakukan ekspansi harus membiayai sendiri terlebih dahulu. Padahal di saat yang sama Pertamina dibebani oleh segudang penugasan dari pemerintah tanpa diberikan insentif.

Hal itu, lanjut Arie, membuat Pertamina semakin tidak berdaya untuk melakukan eksplorasi besar-besaran dan ekspansi. Sementara ada keharusan dari pemerintah agar Pertamina terus melakukan peningkatan produksi. Dengan berbagai tekanan yang diberikan berbarengan dengan penugasan tersebut, Pertamina harus mencari pendanaan sendiri. Sehingga opsi-opsi seperti pelepasan saham dan lainnya menjadi alternatif demi memperoleh pendanaan.

“Share down memang hal yang lumrah di dunia migas, tetapi memang ada dua sisi semakin bayak dishare down kedaulatan migas juga semakin menurun, apalagi kalau sharedown itu tidak berbatas. Jangan – jangan ketika dishare down tidak Pertamina jadi tidak mayoritas lagi,” pungkas Arie. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...