Home ENERGI Cegah Blakout Terulang Kembali, MKI, Pemerintah dan PLN Harus Tingkatkan Kehandalan Sistem
ENERGI

Cegah Blakout Terulang Kembali, MKI, Pemerintah dan PLN Harus Tingkatkan Kehandalan Sistem

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) meminta pemerintah bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan kehandalan sistem kelistrikan semakin baik. Hal itu diperlukan untuk mencegah terulangnya kembali pemadaman secara massal (blackout) yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebab blackout tersebut sangat merugikan banyak pihak termasuk pemerintah sendiri.

Ketua MKI, Supangkat Iwan Santoso mengatakan demi menjamin kehandalan sistem pemerintah dan PLN juga perlu didukung oleh banyak pihak termasuk MKI sendiri. Menurutnya secara mendasar memang sistem kehandalan listrik nasional sudah cukup baik. Namun masih diperlukan peningkatan lantaran beban puncak juga sangat tinggi terutama di Jawa dan Bali.

“Sistem kelistrikan di Indonesia cukup unik, sebab tersebar di mana-mana. Paling besar di Jawa Bali. Namun beban puncak di Jawa Bali pun terbilang besar mencapai lebih dari 27 ribu megawatt (mw). Maka defense scheme-nya perlu diperbaiki,” kata Iwan di Jakarta, Kamis (19/9).

Iwan yang juga menjabat sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN ini menambahkan bahea PLN memiliki pekerjaan pokok yang akan selalu dilakukan demi mengamankan sistem pasokan listrik. Pertama defense scheme yakni mengkaji kembali dan menyempurnakan pertahanan teknologi sistem kelistrikan di Jawa Bali.

Kedua mengkaji kembali dan memperbaiki sistem proteksi yang berkaitan dengan pembangkit dan gardu induk. Dalam mengkaji ulang, PLN melibatkan pihak manufaktur seperti General Electric (GE) dan Siemens.

Ketiga pengamanan right of way jaringan transmisi 500 kilo volt (kV), 275 kV dan 150 kV dari hambatan seperti ketinggian pohon yang melampaui batas. Sripeni mengatakan PLN telah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk memudahkan perseroan dalam melakukan pemeliharaan jarngan dan meminimalkan pemicu yang dapat berbotensi menjadi penyebab ganguan kelistrikan.

Keempat meningkatkan infrastruktur dan sistem crisis center yang terpadu dengan memperbaiki teknologi sistem komunikasi. Kelima meningkatkan layanan call center dan keenam meningkatkan tata kelola publikasi.

“Apakah ada teknologi yang berkembang untuk dapat kami gunakan mengupdate kembali, bagaimana sistem proteksi di masing-masing bidang tersebut, pembangkit, transmisi maupun gardu induk,” tutur dia. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...