Home ENERGI Menteri ESDM: Pemerintah Telah Merestui Pengembangan Blok Masela
ENERGI

Menteri ESDM: Pemerintah Telah Merestui Pengembangan Blok Masela

Share
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan materi pada forum Tri Hita Kirana (THK) dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10). Forum THK yang mengangkat tema ÒBlended Finance and Innovation for Better Business Better WorldÓ tersebut bertujuan menyoroti peran bisnis, keuangan dan inovasi dalam mencapai tujuan SDGs. ICom/Am IMF-WBG/Zabur Karuru/hp/2018
Share

Jakarta, situsenergy.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, usai bertemu Presiden di Istana Negra, Jakarta, Selasa (16/7) mengatakan, Pemerintah sudah memberikan persetujuan terhadap rencana pengembangan Blok Masela.

“Tadi kami melaporkan dan serahkan dokumen persetujuannya kepada Bapak Presiden, rencana pengbangan Blok masela,” kata Ignasius Jonan.

Menurutnya, dokumen persetujuan itu diserahkan oleh Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto kepada Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan dengan Presiden tersebut, Ignasiusn Jonan didampingi Kepala SKK Migas dan  CEO Inpex Takayuki Ueda.

Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto mengatakan Presiden Jokowi menyambut gembira atas kerja keras kedua belah pihak dan akhirnya mencapai persetujuan.

“Meskipun negosiasi alot akhirnya pada hari ini kita bisa menyelesaikan investasi yang sangat besar ini yang sangat berarti untuk Indonesia,” kata Dwi Soetjipto.

Menurut Dwi, Inpex akan berkomitmen terhadap apa yang ada di persetujuan rencana pengembangan (PoD).

Dijelas Dwi bahwa terkait apa yang dipersyaratkan dalam persetujuan Menteri ESSM dalam PoD ini antara lain agar kandugan lokal dimaksimalkan.

Kemudian, kata Dwi, tenaga kerja lokal dimaksimalkan sehingga nanti ada training-training untuk meningkatkan kapabilitas SDM setempat,” katanya.

Dwi Soetjipto juga menyebutkan dengan pengembangan Blok Migas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku itu, Indonesia akan menerima investasi.

Selain itu, kata Dwi Soetjipto menambahkan, akan ada multiflier efect, akan ada industri petrokimia di sana dengan memanfaatkan 150 kubik feet produksi migas. (Mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...