Home ENERGI Hingga 2025, Negara Diproyeksikan Terima Bagi Hasil Senilai Rp 565 Triliun dqei Pengembangan Blok Masela
ENERGI

Hingga 2025, Negara Diproyeksikan Terima Bagi Hasil Senilai Rp 565 Triliun dqei Pengembangan Blok Masela

Share
Share
Jakarta, situsenergy.com
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan revisi persetujuan pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden pun menyampaikan pesan kepada Inpex selaku kontraktor terkait disetujuinya pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela setelah menggantung selama 18 tahun.
Dalam pesannya, Jokowi meminta supaya Inpex menjalankan komitmennya sesuai POD dengan target operasi pada 2027. Selain itu, Inpex juga diminta memaksimalkan penggunaan produk lokal dan sebanyak-banyaknya menyerap pekerja lokal.
“Jadi pemanfaatan tenaga kerja di daerah bisa dioptimalkan. Dan itu sebagai konsen pemerintah dalam upaya meningkatkan kapabilitas baik secara nasional maupun tenaga kerja lokal,” kata Dwi di Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Dwi menyampaikan bahwa investasi untuk pengembangan Blok Masela hingga 2055 bakal mencapai USD42 miliar atau sekitar Rp588 triliun. Sedangkan sesuai rencana 2027, investasi yang digelontorkan Inpex mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp280 triliun. “Itu untuk investasi setiap tahun, ada pengeboran, ada operasional, dan sebagainya,” kata Dwi.
Sementara, hingga 2055 Indonesia akan memperoleh penerimaan dari bagi hasil migas sebesar USD39 miliar atau sekitar Rp546 triliun. Bagi hasil yang diterima negara lebih besar dari kontraktor yaitu Inpex dan Shell yang menerima sebesar USD33,3 miliar atau Rp466 triliun.
“Indonesia dalam kontraknya akan menerima sekitar USD39 miliar dan Inpex sekitar USD37 miliar, tapi itu sudah termasuk yang 10% punya pemerintah daerah. Jadi sesungguhnya kontraktor yang Inpex dan Shell menerima sekitar USD33,3 miliar. Saya kira pemerintah mendapatkan porsi yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Blok Masela diproyeksikan akan memberi tambahan kontribusi produksi gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun yakni, sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 MMSCFD gas pipa.(ert)
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...