Home ENERGI Pengamat : Tak Hadirnya Dirut Pertamina pada RUPS Kurang Elok Tapi Tetap Sah
ENERGI

Pengamat : Tak Hadirnya Dirut Pertamina pada RUPS Kurang Elok Tapi Tetap Sah

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar PT Pertamina (Persero) kemarin tercatat positif. Hal itu ditandai keberhasilan BUMN Migas ini memperoleh laba sebesar Rp USD2,53 miliar atau setara Rp35,99 triliun. Dengan jumlah laba tersebut, Pertamina juga mampu menyetor dividen kepada pemerintah sebanyak sebesar Rp7,95 triliun.
Meski dari sisi keuangan positif, namun penyelenggaraan RUPS terdapat keganjilan. Hal itu karena pelaksanaan RUPS di Kementerian BUMN kemarin (Jumat, 31/5) tidak dihadiri oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dengan alasan tengah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi atas adanya dugaan suap pada proyek PLTU Riau – 1.
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, menilai meskipun Dirut tidak hadir, penyelenggaraan RUPS tetap legal dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Sahnya RUPS itu lantaran di tengah ketidakhadiran Dirut, namun ada jajaran direksi lain dan juga komisaris yang hadir. Namun dia mengakui secara etika ketidakhadiran Nicke dalam RUPS kurang elok.
“Apalagi RUPS ini sekalian menyetujui LPK (Laporan Pertanggungjawaban Keuangan) 2018, jadi terkesan ada yang kurang. Memang tidak ada yang dilanggar terkait ketidakhadiran Dirut Pertamina dalam RUPS, tapi dari sisi etika terkesan kurang elok,” kata Mamit saat dihubungi, Sabtu (1/6).
Mamit mengakui ada hal yang aneh dengan kondisi ini. Sebab pada umumnya RUPS biasanya jajaran direksi dan komisaris selalu lengkap hadir. Namun berbeda dengan apa yang terjadi pada RUPS Pertamina. Kedepan diharapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.
“Mungkin beliau konsen untuk memenuhi panggilan ini (KPK) sehingga tidak bisa menghadiri RUPS. Jadi biarpun tidak di hadiri Dirut, tapi jajaran yang lain termasuk komisaris hadir jadi RUPS ini tetap sah dan tidak masalah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, juga mengatakan tidak ada masalah bagi Pertamina mengelar RUPS tanpa kehadiran Nicke. Pasalnya, kemarin Nicke tengah pergi dinas ke luar negeri. “Tidak masalah RUPS tanpa Bu Nicke,” kata Fajar. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...