Home ENERGI Blok Cepu Diyakini Bisa Naikkan Produksi Hingga 10 Persen
ENERGI

Blok Cepu Diyakini Bisa Naikkan Produksi Hingga 10 Persen

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Pertamina (Persero) menargetkan Blok Cepu bakal mampu berproduksi lebih besar dari tahun 2018. Setidaknya 10 persen dari rata-rata produksi tahun lalu diyakini bakal tercapai.

Hal itu disampaikan oleh Jamsaton Nababan selaku Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu di Jakarta, Jumat (5/4). Dikatakannya bahwa rata-rata produksi tahun 2018 lalu sebesar 208,8 ribu barel per hari (bph). Dengan targer kenaikan 10 persen maka pihaknya tengah mengupayakan dengan berbagai cara agar bisa mencapai level 225 ribu bph – 230 ribu bph.

Untuk mencapai level tersebut, lanjut Jamsanton, diperlukan uji coba terlebih dahulu sebelum Blok Cepu benar-benar meningkatkan produksi. Pasalnya ada berbagai pertimbangan teknis yang harus dipenuhi untuk optimalisasi prodiksi, baik melalui reservoir maupun fasilitas produksi.

“Kalau uji coba ini berhasil, kami bisa menaikkan produksi, sehingga dapat meningkatkan suplai dalam negeri dan mengurangi impor (minyak),” kata Jamsanton.

Dikatakannya ada tantangan yang harus dibereskan Pertamina untuk mencapai level produksi tersebut, yaitu tingginya frekuensi pengambilan atau lifting tinggi sehingga arus lalu lintas kapal sangat tinggi. Padahal kapal-kapal yang dimiliki Pertamina berukuran sedang dan kecil. Kondisi frekuensi arus lalu lintas kapal yang tinggi ini memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap lifting.

“Kalau terjadi sesuatu dengan satu kapal saat lifting, bisa menghambat kapal berikutnya. Hal itu bisa berpotensi mengakibatkan kehilangan opportunity dan supply crude oil untuk Indonesia,” ungkap Jamsaton.

Sebagai informasi, Blok Cepu saat ini dioperatori Exxon Mobil Cepu Limited sekaligus memiliki hak partisipasi (Participating Interest/PI) 55 persen. Sisanya, 45 persen PI dikuasai PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina EP Cepu.  Pada kuartal I 2019, lifting minyak Blok Cepu sudah menyentuh 220 ribu bph. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...