Home ENERGI Tahun 2019, ESDM Sebut Ada Potensi Penurunan Harga BBM Non Subsidi
ENERGI

Tahun 2019, ESDM Sebut Ada Potensi Penurunan Harga BBM Non Subsidi

Share
esdm sebut ada potensi penurunan harga bbm non subsidi
esdm sebut ada potensi penurunan harga bbm non subsidi
Share

Jakarta, situsenergy.com

Penurunan harga minyak mentah dunia belakangan ini diyakini akan berpengaruh pada harga BBM non subsidi dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memberikan sinyal bakal ada penurunan harga jual produk BBM non subsidi.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan pemerintah sudah meminta badan usaha di bisnis penjualan BBM untuk segera merespon penurunan harga minyak dunia dengan menurunkan harga jualnya. Dikatakannya sudah ada komitmen badan usaha penyalur BBM non subsidi untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi.

“Komitmen menurunkan harga mulai pekan depan. Paling lambat Januari‎ (2019),” kata Djoko di Pertamina Energy Forum di Jakarta, Kamis (29/11).

Djoko menambahkan, pemerintah telah mengatur besaran keuntungan penjualan BBM non subsidi, atau margin maksimal 10 persen. Saat ini pihaknya sedang menunggu surat penetapan bes‎aran penurunan harga yang akan diberlakukan kedepannya. Setidaknya sudah ada beberala penjual BBM non subsidi yang telah dipanggil pemerintah dan telah menyatakan komitmen. Badan usaha tersebut yaitu PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo Tbk [AKRA], PT Shell Indonesia, PT Total Oil Indonesia, PT Vivo Energy Indonesia dan PT Garuda Mas Energi. Namun, penurunan harga tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu stok minyak yang dibeli sebelum harga turun.

“Saya sudah memanggil Pertamina, AKR, Shell, Total, Vivo, dan Garuda Mas. Kalau kapan, tanya mereka masing-masing,” ungkap dia.

Sebagai informasi, harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan hingga ke level USD60 per barel di awal Oktober 2018. Minyak mentah Brent turun menjadi sekitar USD60 per barel dari nilai tertingginya USD85 per barel pada awal Oktober 2018. Sementara, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dari USD1 per barel sebelum akhirnya ditutup melemah USD0,78 menjadi USad53,85 per barel. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...