Home ENERGI Pertamina Janji Akan Genjot Produksi BBM Berstandar Euro 4
ENERGI

Pertamina Janji Akan Genjot Produksi BBM Berstandar Euro 4

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Pertamina (Persero) menegaskan siap mendukung kebijakan pemerintah untuk menyediakan Bahan bakar minyak (BBM) berstandar Euro 4. Sebagai perusahaan migas nasional Pertamina memastikan akan terus mendukung kebijakan pemerintah untuk memperbaiki lingkungan yang kini sudah cukup tercemar lantaran emisi gas buang dari kendaraan-kendaraan sudah melebihi ambang batas.

“Memang kualitas udara yang ada terutama di Jakarta sangat buruk, sangat jauh dibanding Singapura. Karena itu kami berusaha memperbaikinya melalui penyediaan BBM Euro 4 yang lebih ramah lingkungan,” kata VP Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (09/08).

Dikatakannya, secara nasional sudah ada 791 SPBU Pertamina yang sudah menyediakan BBM Euro 4, yakni Pertamax Turbo. BBM ini memiliki kadar sulfur dibawah 50 ppm. Menurutnya hingga Juni 2018, konsumsi Pertamax Turbo sudah mencapai 23.850 ribu kiloliter (KL). Dari jumlah itu 23.850 KL diproduksi di Kilang Balongan dan 14.310 berasal dari impor.

Diperkirakan pada akhir tahun nanti akan ada tambahan pasokan BBM berstandar Euro 4 seiring dengan mulai berproduksinya kilang Cilacap pada proyek Langit Biru. Sebanyak 91.000 barel per hari (bph) akan diperoleh dari kilang tersebut. “Kalau misalnya langit biru jadi, dia bisa digabung sama nafta. Jadi bisa buat Euro 4,” ujarnya.

Meski pihaknya akan terus menggenjot penyediaan BBM berstandar Euro 4, Pertamina dipastikan akan tetap menyediakan bensin jenis Premium di SPBU. Tahun ini Pertamina mendapatkan alokasi memasok premium 11,8 juta kl untuk dipasok di luar Jawa Madura Bali (Jamali) dan non-Jamali.

“Kalau konsumsi Pertamax Turbo sendiri memang belum terlalu besar karena permintaannya yang masih rendah. Tapi kita berharap nantinya masyarakat akan beralih menggunakannya secara bertahap,” pungkas Adiatma. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...