Home ENERGI Elemen Pekerja Pertamina Siap Aksi, Tuntut Pembatalan CSPA Pertagas Oleh PGN
ENERGI

Elemen Pekerja Pertamina Siap Aksi, Tuntut Pembatalan CSPA Pertagas Oleh PGN

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

Serikat Pekerja Pertamina Explorasi Dan Produksi (SP-PEP) sepakat akan melakukan aksi industrialisasi yaitu mogok kerja dan berunjuk rasa di tiga tempat, yaitu Kantor Pusat Pertamina, Kantor Kementerian BUMN dan Kantor Kementerian ESDM. Tuntutan mereka adalah satu, yaitu menolak akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PGN, dimana aksi korporasi itu diyakini oleh SP-PEP hanya akan mengkerdilkan Pertamina sebagai induk usaha, serta menghancurkan keuangan Pertamina lantaran PGN memiliki banyak utang dan kinerjanya terus merosot.

Ketua Umum SP-PEP Adam Syukron Nasution mengatakan, aksi yang akan dilakukan serentak oleh seluruh elemen usaha Pertamina itu merupakan bentuk protes pekerja Pertamina karena menilai kebijakan pemerintah itu tidak pro terhadap Pertamina.

Adam menyebut, salah satu buktinya adalah dengan akuisisi Pertagas sebagai anak usaha Pertamina oleh PGN yang notabene PGN sendiri 43 persennya adalah dimiliki publik atau swasta. Menurut dia, Pertagas yang 100 persen dimiliki Pertamina, merupakan perusahaan murni yang 100 persen sahamnya dimiliki rakyat, saat ini kondisinya jauh lebih baik ketimbang PGN yang sejak 2012 hingga saat ini kinerjanya terus memburuk.

“Bahwa pertamina itu adalah milik negara dan seharusnya di besarkan bukan di kerdilkan tuntutannya akuisisi pertagas di tolak trus CSPA dibatalkan, kemudian SK 039 dibatalkan kementerian BUMN. Kemudian esdm batalkan Permen 023 yang tidak memprioritaskan pertamina, kami mempertanyakan dimana keberpihakan pemerintah. Seperti apa yang kami bilang,” kata Adam dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/7).

Sementara itu, aksi dan tuntutan yang sama juga akan dilakukan oleh Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy (SP-PGE). Mereka menilai, dengan pembentukan holding migas, hal ini justru hanya membuat Pertamina terancam akan jatuh ke tangan asing. Hal ini disebut pula akan mengancam kedaulatan energi Indonesia.

Mereka mengancam, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, maka SP-PGE akan menutup kegiatan operasional mereka hingga tuntutannya dikabulkan.

“Seperti yang kita sampaikan kita akan melakukan industrial action jika tuntutan kita tidak penuhi atau tidak ada tindak  dari pemerintah atau stakeholder terkait kita akan melakukan industrial action hingga waktu tak terbatas menunggu komando sari federasi,” ujar Ketua Umum SP-PGE, Bagus Bramantyo dalam kesempatan yang berbeda.

Aksi bela Pertamina oleh serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) akan dimulai di depan kantor Pertamina dan dilanjutkan dengan aksi long marching menuju kantor Kementerian BUMN dan ESDM pada Jumat, 20 Juli 2018. Diperkirakan ribuan pekerja Pertamina serta elemen masyarakat dan mahasiswa akan ikut bergabung dalam aksi tersebut. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...