Home ENERGI Selama Lebaran, PLTU Cirebon Tetap Suplai Listrik Ke PLN
ENERGI

Selama Lebaran, PLTU Cirebon Tetap Suplai Listrik Ke PLN

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PLN (Persero) memastikan pasokan listrik tetap terjamin meskipun konsumsi listrik turun saat lebaran. PLTU Cirebon I dipastikan akan tetap mensuplai listrik ke PLN pada periode lebaran.

Presiden Direktur PT Cirebon Electric Power (Cirebon Power), Heru Dewanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) terkait berapa banyak pasokan yang akan disesuaikan nantinya. Dia mengungkapkan, pengoperasian pembangkit pada lebaran tidak menganggu keuangan perusahaan. Biaya operasional dan lain-lain disusun dalam jangka waktu setahun.

Data PLN menyebutkan, PLTU Cirebon dijadwalkan akan dimatikan sementara selama empat hari mulai dari 15 Juni hingga 18 Juni 2018.

“Cirebon Power siap mengoperasikan PLTU Cirebon 660 MW saat Lebaran. Pembangkit listrik itu tidak ada matinya,” kata Heru di Jakarta, Rabu (13/6).

Heru mengatakan permintaan listrik saat Lebaran mengalami penurunan. Banyak industri dan perkantoran yang tidak beroperasi, sehingga tidak menggunakan listrik selama masa libur lebaran. Berkurangnya permintaan listrik juga mengurangi pemakaian bahan bakar pembangkit, yaitu batu bara. Masyarakat juga tidak perlu mengkhawatirkan masalah polusi.

“Artinya, Cirebon Power tetap beroperasi untuk menjaga kelistrikan, meski ada pengurangan permintaan, saat Lebaran. Biasanya, pengurangan permintaan listrik bisa mencapai 50 persen. Itu semua tergantung PLN,” kata Heru.

Terkait dengan progres pembangunan PLTU Cirebon Unit II 1.000 MW, saat ini sedang tahap konstruksi. Tahapan konstruksi PLTU yang menggunakan teknologi ultra super critical tersebut sudah mencapai 14,7 persen. Karena itu, Cirebon Power akan melaksanakan first piling ceremony (pemancangan tiang pertama) PLTU Cirebon Unit II pada Juli mendatang, diiringi dengan peluncuran Pusat Vokasi Ketenagalistrikan.

“Kami berharap Presiden berkenan hadir, karena ini bukan cuma seremoni biasa, tapi juga langkah besar dalam sektor ketenagalistrikan. Berbarengan dengan first piling, kami akan meluncurkan Pusat Vokasi, serta dimulainya Project Digitalisasi 4.0 Pembangkit Listrik,” pungkasnya. (Din)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...