Home ENERGI Pertamina: Impor BBM Masih Dibutuhkan
ENERGI

Pertamina: Impor BBM Masih Dibutuhkan

Share
Dua petugas memeriksa truk tanki pengangkut BBM usai pengisian di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta, Jumat (21/6). Menjelang pengumuman pengurangan subsidi BBM oleh pemerintah, Pertamina menambah impor 1,2 juta barel solar, 1 juta barel premium, dan 120 ribu barel avtur, serta menjamin ketersediaan BBM hingga 18 hari ke depan. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ed/pd/13
Share

Jakarta, situsenergy.com

Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) sekitar 1,6 juta barel oil per day hingga saat ini ditopang dari produksi dalam negeri tak lebih dari 800 ribu barel oil per day.

BBM yang mengandalkan kilang milik PT Pertamina (Persero) saja, dianggap belum mampu menopang kebutuhan dalam negeri, diantaranya guna memenuhi kebutuhan transportasi yang setiap tahun mengalami kenaikan seiring produksi otomotif.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito mengatakan, untuk memenuhi kebututhan dalam negeri, hingga saat ini ketergantungan impor masih cukup tinggi, baik berupa produk BBM maupun minyak mentah.

“Jadi data umum adalah kita kebutuhan minyak mentah saja untuk kebutuhan kilang itu sekitar 1,6 juta barel oil per day kemudian produksi minyak dalam negeri sekitar 500 – 600 ribu barel oil per day, sisanya kita perlu impor, hasil yang keluar masih kurang di dalam negeri jadi sebagian masih impor,” tutur Adiatman ketika ditemui di kantor pusat Pertamina Jakarta (26/02/18).

Sementara itu, seiring naiknya harga minyak mentah dunia turut mengerek nilai impor produk BBM maupun minyak mentah. Fakta ini telah tercatat dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya menyebutkan impor minyak nasional baik berupa hasil minyak maupun minyak mentah mengalami kenaikan secara nilai. Hal ini juga yang menyebabkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 0,67 miliar.(AY)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...