Home ENERGI IATMI Selenggarakan Seminar Gas Industri
ENERGI

IATMI Selenggarakan Seminar Gas Industri

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Indonesia disebut-sebut memiliki sumber gas bumi yang melimpah. Namun kenyataannya terdapat paradoks.

“Gas disektor hulu itu ada. Tapi disektor hilir selalu dipertanyakan keberadaannya,” kata Ketua Ikatan Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Tutuka Ariadji dalam sambutannya pada acara IATMI Business  Forum Government and Industry Collaboration on Upstream and Downstream Gas Business, Senin (16/10) di City Plaza lantai 9 Jl Gatot Subroto Jakarta. Untuk itu, forum ini mempertemukan sektor hulu dan hilir serta midstream.

Dalam kesempatan ini, lanjut Tutuka, akan dibahas LNG menjadi salah satu solusi. Tutuka juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang telah mensupport terselenggaranya acara forum bisnis ini.

Acara ini menghadirkan beberapa narasumber sebagai pembicara, yaitu Jogi Prayogo dari BPH Migas, Tunggul dari Dirjen Migas, Dani Praditya dari PGN, Sabrun Jamil dari INGTA, Ahmad Wijaya dari Kadin Indonesia, Nanang Abdul Manaf dari Pertamina EP, M. Nizam dari PT PCM Kimia Indonesia dan Sukandar dari SKK Migas.

Menurut Sukandar, hasil produksi minyak dan gas bumi (Migas) per hari ini sekitar 2,1 juta barel equivalen oil per day. Untuk minyak sekitar 800.000 barel oil per day. “Dan yang paling banyak malah gas bumi. Produksi gas, kira-kira equivalen 1,2 juta  million barel equivale  per day. Boleh dibilang hari ini gas yang diupstream tidak terserap dengan baik didownstream yang gas pipa, ” kata Sukandar.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa peran pihak SKK Migas berusaha menjadi advisor. “Kita sangat berkeinginan membantu para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) untuk perform. Karena perform Kontraktor KKS adalah juga perform SKK Migas,” imbuhnya. Inilah yang ditanamkan Menteri dan Wakil Menteri ESDM pada SKK Migas. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...